RADARCIREBON.ID -Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon mulai mengantisipasi terjadi musim kemarau di tahun 2026.
Salah satunya, memastikan debit air di sumber mata air yang dimilki Perumda Air Minum Tirta Jati.
Plt Dirut Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon Hendra Chandra Saputra SH mengaku, pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap debit air, baik di sumber mata air maupun instalasi pengolahan.
Baca Juga:Iptu Erni Suhaeni Jabat Kasat Binmas, Promosi dan Kenaikan Pangkat15 Lapak PKL di Jalan Yos Sudarso Dibongkar
“Kami juga sudah melakukan pemetaan wilayah dan menyiapkan sistem zonasi di wilayah tertentu jika terjadi penurunan debit saat kemarau panjang,” kata Hendra kepada Radar Cirebon.
Saat ini, kata Hendra, PDAM Tirta Jati memiliki kapasitas cadangan sebesar 861 liter per detik. Kondisi saat ini masih aman untuk melayani seluruh pelanggan.
Namun, jika kemarau panjang menyebabkan penurunan debit yang signifikan, pihaknya akan memberlakukan sistem zonasi yang terbagi dalam 2 hingga 3 zona distribusi.
Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Sinyo itu, PDAM juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu suplai air di wilayah yang terdampak paling parah.
“Kami ingin memastikan semua masyarakat yang terdampak kesulitan air bersih tetap terlayani melalui mobil tangki,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dikatakan Hendra, dalam rangka menjaga ketersediaan air bersih, baik di sumber mata air maupun di pengolahan, pihaknya memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna menjaga ketersediaan air di sumber mata air maupun aliran sungai.
“Tak hanya soal kuantitas, kualitas air pun tetap dijaga,” tuturnya. Ditegaskan Hendra, pihaknya tetap berkomitmen memenuhi standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan dalam melayani pelayanan kepada pelanggan.
Baca Juga:Kembali Meluber, Warga Keluhkan Sampah di Pasar Minggu Penopang PAD, Penerimaan Pajak Jalan Tol di Kabupaten Cirebon Tembus Rp9,7 Miliar
“Pelayanan kepada pelanggan tetap kami prioritaskan, baik dari sisi ketersediaan maupun kualitas air,” imbuhnya.
Ditambahkannya, sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PDAM juga membentuk tim Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) yang bertugas menyusun langkah-langkah pengamanan suplai air agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan musim ekstrem. (sam)
