Toto Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur Desa ke Provinsi Jabar

DPRD Provinsi Jawa Barat
ASPIRASI: Di saat anggaran desa tersedot program pusat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Toto Suharto SFarm Apt menjanjikan kawal aspirasi desa ke Pemprov Jabar. Foto: ist
0 Komentar

KUNINGAN–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto SFarm Apt menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hal ini disampaikan saat kunjungan ke Desa Danalampah, Kecamatan Pancalang, Kuningan, Sabtu (7/2).

Toto siap mengawal aspirasi warga khususnya terkait pembangunan infrastruktur desa, yang belum terakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Dalam kesempatan itu, ia mengakui kondisi keuangan desa saat ini cukup terbatas akibat adanya penyesuaian dan pemotongan anggaran yang bersumber dari program pemerintah pusat.

“Mungkin sekarang pemerintah desa sedang kekurangan anggaran karena sebagian tersedot untuk program pusat. Saya di DPRD Provinsi punya fungsi budgeting, dan aspirasi warga ini bisa kita dorong ke tingkat provinsi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Jabar,” ujarnya.

Baca Juga:Mutasi di Lingkungan Pemda Indramayu, Tiga Pejabat Eselon 2 BergeserKunjungi Kuningan, Wamendagri Akhmad Wiyagus Sambangi SPPG Kasturi

Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat harus diinput ke dalam SIPD agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah. Namun, waktu penginputan tersebut cukup terbatas dan dijadwalkan paling lambat pada bulan Maret, dengan rentang waktu hanya sekitar tiga hari.

“Kalau sudah diinput ke SIPD, aspirasi itu akan muncul di Bappeda Jawa Barat. Dari situ nanti saya lihat mana kebutuhan prioritas desa yang bisa dikawal. Saya tetap bertanggung jawab untuk pembangunan di Kuningan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menentukan skala prioritas, terutama untuk kebutuhan mendesak yang tidak tertampung dalam APBDes. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aspirasi yang disampaikan tidak bisa langsung direalisasikan dalam waktu singkat.

“Untuk kebutuhan darurat yang tidak ada di APBDes memang tidak bisa langsung dilaksanakan. Aspirasi yang disampaikan hari ini juga tidak serta-merta bisa direalisasikan sekarang. Paling cepat di anggaran perubahan atau di tahun anggaran berikutnya,” jelasnya.

Sementara salah seorang warga Desa Danalampah, Yaya mengapresiasi kehadiran anggota DPRD Jabar yang turun langsung ke desa untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Harapannya anggota dewan itu seperti ini, sering turun ke desa supaya warga tahu alur penyampaian aspirasi. Di desa banyak kebutuhan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebutuhan warga akan fasilitas lapangan sepak bola yang hingga kini belum terealisasi, karena keterbatasan lahan yang berbenturan dengan area persawahan serta adanya pembangunan KDMP.

0 Komentar