Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, pihak SPBN berencana menyediakan BBM nonsubsidi jenis Pertamina Dex, meskipun harganya relatif lebih tinggi.
Di Pelabuhan Kejawanan tercatat terdapat 286 kapal, dengan 126 kapal di antaranya berukuran di bawah 30 GT yang menerima BBM subsidi. Total kebutuhan BBM nelayan di kawasan tersebut mencapai sekitar 5.000 KL per tahun.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat solusi agar aktivitas nelayan kembali normal dan perekonomian masyarakat pesisir tidak terganggu.
