RADARCIREBON.ID – Revitalisasi madrasah menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Untuk mendukung program itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp13,28 triliun guna pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk madrasah.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah di MTsN 1 Kota Bogor.
Kunjungan tersebut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, Karo Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al- Asyhar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor Afan Rangkuti.
Baca Juga:Target Rampung Akhir Tahun, BBWS Prioritaskan Pembangunan Tanggul Baru SukalilaLancar, Masih Sesuai Rencana, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Arab Saudi
Pratikno menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan tanpa dukungan sarana pendidikan yang memadai. Karena itu, pemerintah menjadikan revitalisasi satuan pendidikan sebagai salah satu program prioritas nasional. “Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, madrasah juga harus mendapatkan perhatian yang sama dan tidak boleh tertinggal,” ujar Pratikno.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara merata, termasuk di lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi bangsa. Ia menjelaskan, pemerintah pada tahun 2025 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk madrasah. Program tersebut berlanjut pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas manusia Indonesia.
Pada kesempatan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik perhatian pemerintah terhadap madrasah. Menurutnya, kebijakan revitalisasi menunjukkan bahwa pemerintah memandang madrasah sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
“Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian kepada pendidikan tanpa membedakan. Semua diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya,” kata Menag.
