INDRAMAYU – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono ke Kabupaten Indramayu, belum lama ini.
Didampingi Wakil Bupati Indramayu H Syaefudin, rombongan dari Kementerian Koperasi meninjau sejumlah lahan di kawasan pesisir yang dinilai strategis untuk pengembangan industri perikanan terintegrasi berbasis koperasi. Lokasi yang dikunjungi di antaranya Desa Parean Girang dan Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.
Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono menyampaikan, lahan yang ditinjau memiliki luas bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 hektare. Kawasan tersebut direncanakan menjadi sentra industri perikanan terintegrasi yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Baca Juga:MWC NU Lelea Indramayu Soroti Penanganan Sampah oleh PemerintahReal Madrid Dihantui Masalah Jelang Lawatan Berat ke Bayern Munchen
“Sinergi juga akan dilakukan dengan program kampung nelayan merah putih dan program lainnya guna mendukung industri perikanan di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Selain pengembangan kawasan industri, pemerintah juga merencanakan pembangunan 3 hingga 4 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang akan dilengkapi dengan fasilitas cold storage untuk menunjang aktivitas nelayan.
“Terkait skema pendanaan, koperasi ini akan didukung oleh Badan Layanan Umum melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB),” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu H Syaefudin menyatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu siap mendukung penuh rencana pengembangan kawasan industri perikanan berbasis koperasi tersebut.
“Kami akan meninjau dan mengkaji lokasi agar dapat disinkronkan. Dengan semangat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong transformasi pertumbuhan ekonomi di Indramayu,” ujarnya. (oni)
