Kandang Ternak di Kuningan Ludes Terbakar, Ribuan Bibit Ayam Mati dan Kerugian Ditaksir Rp120 Juta

Ist 
LUDES: Kebakaran menghanguskan kandang ayam petelur semi permanen di Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Rabu (3/6). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Ribuan bibit ayam petelur mati terpanggang setelah kebakaran melanda sebuah kandang ayam di Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan kandang semi permanen dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp120 juta.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan Andri Arga Kusumah, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.27 WIB. Setelah menerima laporan, tim pemadam langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus pengurus kandang, Edo, api pertama kali terlihat membakar bagian atap kandang sebelum dengan cepat merambat ke seluruh bangunan. Kondisi lokasi yang minim sumber air membuat upaya pemadaman awal sulit dilakukan.

Baca Juga:King Kobra 3,5 Meter Gegerkan Warga Kuningan, Damkar Berjibaku Evakuasi dari Gorong-gorongMotor Diparkir dengan Kunci Masih Menempel, Warga Cirebon Nekat Gasak Honda Revo di Cilimus

“Api diketahui sudah membakar bagian atap dan terus meluas. Bersama dua pengurus lainnya, saksi berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas,” ujar Andri.

Mengetahui kobaran api semakin membesar, pemilik kandang segera menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan.

Sebanyak lima personel Damkar diterjunkan ke lokasi. Meski menghadapi kendala berupa akses jalan yang sempit dan menanjak, petugas berhasil mengendalikan sekaligus memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit.

Dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, kebakaran diduga dipicu percikan api dari mesin pemanas (oven) ayam yang menyambar penutup plastik pada bagian atap kandang. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian kandang.

Akibat kejadian tersebut, bangunan kandang semi permanen berukuran 14 x 28 meter mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian sekitar Rp70 juta. Selain itu, sekitar 6.300 ekor bibit ayam petelur dari total 6.500 ekor yang berada di dalam kandang turut mati terbakar dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

“Total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp120 juta,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun musibah ini menjadi pukulan berat bagi pemilik usaha peternakan yang harus kehilangan bangunan kandang dan hampir seluruh bibit ayam petelurnya dalam hitungan menit. (ags)

0 Komentar