INDRAMAYU – Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu menggelar sosialisasi serta simulasi pemadaman kebakaran bagi guru dan siswa PAUD se-Kabupaten Indramayu.
Kegiatan merupakan hasil kerja sama Damkar Indramayu dengan HIMPAUDI serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
Kepala Bidang Damkar Indramayu, Jajat Wibisono mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari perwakilan guru, wali murid, dan siswa PAUD dari 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.
Baca Juga:MWC NU Lelea Indramayu Soroti Penanganan Sampah oleh PemerintahReal Madrid Dihantui Masalah Jelang Lawatan Berat ke Bayern Munchen
“Kegiatan ini kami laksanakan bersama HIMPAUDI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Peserta sekitar 500 orang dari berbagai unsur, mulai dari guru, wali murid, hingga siswa PAUD,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Damkar memberikan materi dasar tentang kebakaran, termasuk pengenalan konsep segitiga api yang terdiri dari panas, bahan bakar, dan oksigen, serta faktor-faktor penyebab kebakaran yang sering terjadi di masyarakat.
“Penyebab kebakaran umumnya berasal dari korsleting listrik, penggunaan kompor atau LPG, pembakaran sampah yang merembet ke bangunan, serta kelalaian manusia,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi terkait langkah-langkah pencegahan kebakaran. Untuk instalasi listrik, masyarakat diimbau menggunakan standar yang aman, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, serta mewaspadai kabel yang rusak.
Sementara untuk penggunaan kompor dan gas LPG, warga diminta rutin memeriksa selang dan regulator guna memastikan tidak terjadi kebocoran, serta tidak meninggalkan masakan tanpa pengawasan.
Dalam kesempatan tersebut, Damkar juga mengenalkan alat pemadam api ringan (APAR), termasuk jenis, fungsi, serta cara penggunaannya melalui metode PASS, yaitu pull (tarik pin), aim (arahkan ke sumber api), squeeze (tekan tuas), dan sweep (sapu api).
Petugas juga memberikan panduan pencegahan kebakaran di lingkungan PAUD. Seperti penataan ruang kelas yang aman, menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas, menyediakan jalur evakuasi sederhana, serta menyimpan benda berbahaya seperti korek api di luar jangkauan anak.
Baca Juga:Prediksi Pertandingan Liverpool vs PSG: Berharap Tuah Anfleid StadiumAda-Ada Saja! Fans Arsenal dari Uganda Tak Terima Kekalahan, Langsung Guat ke Meja Hukum
Edukasi keselamatan juga diberikan khusus untuk anak usia dini melalui pendekatan yang mudah dipahami, seperti lagu dan cerita. Anak-anak diajarkan untuk tidak bermain api, mengenali bahaya kebakaran, serta cara menyelamatkan diri melalui simulasi evakuasi sederhana.
