177 Hotel di Makkah Mulai Dipetakan, Tanggal 1 Mei Jadwal Pergerakan Jamaah Haji dari Madinah ke Makkah

177 Hotel di Makkah Mulai Dipetakan
LANCAR: Jamaah haji Indonesia terus berdatangan ke Tanah Suci melalui Madinah. Hingga Minggu (26/4/2026), sebanyak 72 kloter atau 28.274 jamaah telah tiba di Tanah Suci. Foto: KEMENHAJ
0 Komentar

“Ya, tentu konsumsi jamaah menjadi sangat penting untuk kesehatan dan menjaga stamina jamaah. Setiap hari kita mengecek dapur-dapur konsumsi yang ada di daerah Makkah,” tuturnya.

Sedangkan pada layanan transportasi, Kemenhaj telah menyiapkan bus Salawat yang beroperasi 24 jam. Bus ini akan membawa jamaah dari hotel ke Masjidil Haram. Kemenhaj berjanji akan memaksimalkan layanan transportasi agar jamaah bisa fokus melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

“Khusus untuk bus Salawat ini, di depan masing-masing hotel, ada namanya halte. Jadi, ada beberapa hotel mungkin yang berdekatan, kita bikin satu halte. Ada hotel yang besar, mungkin kita bikin satu halte. Nah, dari situlah nanti para jamaah akan diantarkan ke Masjidil Haram,” katanya.

Baca Juga:Sengketa Tanah Kembali Mengemuka, Saling Klaim Warga Margasari dan TNI ADSebanyak 441 Calhaj Kloter 5 Kabupaten Cirebon Resmi Dilepas, 25 April 2026 Terbang dari Kertajati

Demikian juga pada rute sebaliknya, tersedia terminal di sekitaran Masjidil Haram yakni terminal Syib Amir, Ajyad dan Jabal Ka’bah. Nantinya, jamaah akan diantarkan menggunakan bis Salawat ke hotel masing-masing.

Sementera itu, hingga Sabtu, 26 April 2026, sebanyak 72 kloter atau 28.274 jamaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Salah satu terobosan utama tahun ini adalah optimalisasi layanan fast track (Makkah Route) yang menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah. Melalui layanan ini, proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu antre saat tiba di Jeddah atau Madinah.

“Layanan fast track ini secara nyata mempercepat proses kedatangan jamaah di Tanah Suci. Jamaah bisa langsung menuju hotel tanpa harus melalui antrean panjang imigrasi, sehingga lebih nyaman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Layanan fast track tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Adisoemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Penambahan Makassar menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan transportasi udara melalui Garuda Indonesia dan Saudia Airlines yang berpengalaman dalam penerbangan haji.

“Sejak di embarkasi, kami pastikan jamaah mendapatkan layanan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen, hingga akomodasi dan konsumsi yang memadai agar jemaah siap berangkat dalam kondisi prima,” tambah Maria Assegaf.

0 Komentar