Jalan Pegagan-Lemahtamba 15 Tahun Rusak Parah, Warga Mengadu Langsung ke Sekdis PUTR Kabupaten Cirebon

Kondisi jalan poros Desa Pegagan Kidul menuju Desa Lemahtamba, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, hingga
Kondisi jalan poros Desa Pegagan Kidul menuju Desa Lemahtamba, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, hingga akhir Mei 2026 masih memprihatinkan.
0 Komentar

CIREBON – Kondisi jalan poros Desa Pegagan Kidul menuju Desa Lemahtamba, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, hingga akhir Mei 2026 masih memprihatinkan. Ruas jalan yang sejak tahun lalu sempat diberitakan rusak parah itu sampai sekarang belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah. Bahkan, kerusakan terparah disebut mencapai sepanjang sekitar dua kilometer.

Warga sekitar mengaku kecewa karena jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat itu sudah lebih dari 15 tahun tidak mengalami peningkatan berarti. Padahal, jalur tersebut menjadi penghubung penting bagi warga Desa Kroya, Karanganyar, hingga Pegagan Kidul, terutama para pedagang kecil yang setiap hari melintas sejak dini hari.

Sanuri, warga Desa Karanganyar, mengatakan kondisi jalan sebenarnya sudah lama tidak layak dilalui. Menurut dia, kerusakan jalan selama ini hanya tertutupi oleh tambalan swadaya dari para pengusaha rongsok di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga:Belasan Ribu Warga Jatibarang Baru, Kabupaten Indramayu Dapat Bantuan PanganPemkab Kuningan Salurkan Bantuan Stimulan RT/RW dan LPM Sebesar Rp299,5 Juta

“Jalan kondisi rusak ini padahal tiap bulan ditambal secara swadaya oleh para pengusaha rongsok di wilayah sekitar. Bayangkan kalau tidak dibantu tiap bulan jalannya seperti apa..?” ujar Sanuri kepada wartawan.

Ia menuturkan, jalan rusak tersebut sangat menyulitkan masyarakat, khususnya ibu-ibu pedagang pindang yang berangkat sekitar pukul 04.00 WIB menggunakan sepeda ontel. Tidak sedikit pedagang yang terjatuh akibat lubang dan permukaan jalan yang rusak berat sehingga terpaksa kembali pulang tanpa bisa berjualan.

Karena prihatin dengan kondisi itu, Sanuri mengaku telah memberanikan diri mengirim pesan WhatsApp langsung kepada Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Tomy Hendrawan ST. Dalam pesannya, ia meminta agar pemerintah segera meninjau kondisi jalan Lemahtamba-Pegagan yang dinilai sangat penting bagi masyarakat Desa Kroya dan Karanganyar.

“Pak Tomy, punten… Tolong diperhatikan jalan Lemahtamba-Pegagan, yg mana jalan ini akses penting bagi masyarakat Desa Kroya dan Desa Karanganyar Kec. Panguragan. Yg kebanyakan pengguna jalan ini ibu ibu pedagang pindang yg berangkat pukul 4 pagi dengan menggunakan sepeda ontel. Sungguh sangat miris Bapak…. Tidak jarang sepedanya terjungkal sehingga pulang kembali,” tulis Sanuri dalam pesan tersebut.

0 Komentar