Kemenhaj Pastikan Armuzna Lancar, 1 Juni Mulai Pemulangan ke Tanah Air

Kemenhaj Pastikan Armuzna Lancar
LANCAR: Kemenhaj memastikan seluruh proses pergerakan jamaah haji Indonesia pada fase puncak Armuzna berjalan lancar. Seluruh jamaah telah diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah. Foto: KEMENHAJ
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jamaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff menyampaikan bahwa seluruh jamaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria melalui keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta.

Baca Juga:STID dan Wajah Baru Pelabuhan Cirebon; Makin Tertib dan Modern, Menjaga Arus Ekonomi Tetap HidupRibuan Bobotoh Rayakan Persib Juara

Ia menjelaskan, keberhasilan fase Armuzna merupakan hasil sinergi seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jamaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak haji berlangsung. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Maria, fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jamaah selama di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya. Ia melanjutkan, sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jamaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat.

Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidilharam. Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jamaah. “Penguatan layanan ini dilakukan agar jamaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Kemenhaj juga mengimbau seluruh jamaah untuk tetap mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari ketika suhu di Mina mencapai 41 derajat celcius. “Kami mengimbau jamaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jamaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.

0 Komentar