Pengumuman Sekolah Maung Keluar, Orang Tua Murid Datangi SMA Favorit di Kota Cirebon

Pengumuman Sekolah Maung Keluar
LOLOS MAUNG: Salah satu orang tua siswa (kiri) mendatangi panitia SMAN 2 Cirebon untuk menanyakan waktu daftar ulang setelah anaknya dinyatakan lolos seleksi Sekolah Maung, Senin (8/6/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

SMAN 2 Cirebon memperoleh kuota Sekolah Maung sebanyak 384 siswa. Dari jumlah tersebut, seluruh kuota akhirnya terpenuhi. Meski demikian, pada jalur kejuaraan akademik jumlah pendaftar tidak memenuhi alokasi yang tersedia. Pendaftar pada jalur tersebut tercatat hanya 24 orang. Kekurangan kuota kemudian dialihkan oleh sistem ke jalur lain sehingga sebanyak 53 kursi yang sebelumnya kosong dapat terisi hingga seluruh kuota terpenuhi.

Tahapan berikutnya yang akan dilaksanakan sekolah adalah daftar ulang pada 9 dan 10 Juni 2026. Sekolah meminta peserta membawa bukti kelulusan yang dapat diunduh melalui akun masing-masing sebagai dasar verifikasi di sistem. Selain dokumen hasil kelulusan, peserta juga diminta membawa fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP orang tua, serta ijazah atau surat keterangan lulus. Seluruh berkas cukup diserahkan dalam bentuk fotokopi.

Untuk mempercepat pelayanan, SMAN 2 Cirebon menyiapkan enam operator yang bertugas melakukan verifikasi dan proses klik daftar ulang di sistem mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sekolah juga mendorong agar peserta datang secara mandiri tanpa didampingi orang tua. “Harapan kami cukup siswanya saja yang datang, tidak perlu didampingi orang tua. Kami juga ingin melatih keberanian dan kemandirian mereka,” kata Deddy.

Baca Juga:Layanan Haji 2026 Dinilai Meningkat, Exit Meeting Amirul Hajj Hasilkan 10 RekomendasiKPK Lelang Aset Hasil TPK Rp311 Miliar, Termasuk Aset yang Disita dari Mantan Bupati Cirebon Sunjaya

Di sisi lain, salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul dari masyarakat berkaitan dengan perubahan skor sejumlah peserta pada masa seleksi. Deddy menjelaskan hal tersebut bukan disebabkan adanya penurunan nilai, melainkan proses sinkronisasi aplikasi dengan ketentuan yang tercantum dalam peraturan gubernur.

Ia mencontohkan adanya peserta yang pada tampilan awal aplikasi terlihat berada dalam posisi aman untuk lolos, namun setelah sinkronisasi sistem dilakukan, hasil akhirnya berubah karena penyesuaian formula perhitungan sesuai aturan yang berlaku. “Jadi bukan nilainya diturunkan, tetapi sebelumnya sistem belum menampilkan perhitungan yang sesuai dengan ketentuan. Ketika aplikasi disesuaikan, barulah terlihat hasil sesungguhnya,” jelasnya.

Penjelasan tersebut, lanjut Deddy, menjadi salah satu informasi yang paling banyak diminta masyarakat selama proses seleksi berlangsung. Meski sempat memunculkan pertanyaan, sebagian besar orang tua akhirnya dapat memahami setelah memperoleh penjelasan langsung dari pihak sekolah.

0 Komentar