Keluhan Pupuk Subsidi Masih Jadi Persoalan Utama Petani Kuningan

Agus panther/radar kuningan
ADAPTASI: Dewan Pakar KTNA Kabupaten Kuningan, Uun Sunarum, menyebut berkurangnya kuota pupuk subsidi menjadi tantangan bagi petani. Ia mendorong petani mulai beradaptasi dengan memanfaatkan pupuk organik sebagai alternatif untuk menjaga produktivitas pertanian.
0 Komentar

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari mengakui, bahwa persoalan pupuk masih menjadi salah satu aspirasi yang paling sering disampaikan petani dalam berbagai kesempatan.

Menurutnya, fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD selama ini menunjukkan bahwa kebutuhan pupuk petani di Kabupaten Kuningan belum sepenuhnya terpenuhi.

“Keluhan yang paling banyak kami terima dari petani masih terkait pupuk. Dari hasil pengawasan yang kami lakukan, memang Kuningan masih mengalami kekurangan pupuk sehingga sering menimbulkan kesulitan bagi petani,” tuturnya.

Baca Juga:Kuningan Bidik Prestasi di Porsenitas, Turunkan Kontingen pada 14 CaborDisdikbud Kuningan Evaluasi Layanan Pendidikan Melalui Forum Konsultasi Publik

Sri berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan dapat memastikan ketersediaan pupuk di tingkat petani. Ia menilai yang terpenting saat ini adalah pupuk tersedia dan mudah diakses oleh petani ketika memasuki musim tanam.

“Saya berharap dinas terkait dapat memastikan distribusi pupuk berjalan lancar sehingga petani tidak kesulitan mendapatkannya. Minimal pupuk itu tersedia saat dibutuhkan, meskipun mungkin ada penyesuaian harga,” pungkasnya. (ags)

0 Komentar