Di sisi lain, percepatan mekanisasi pertanian kini menjadi salah satu fokus utama pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan. Keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, serta kebutuhan efisiensi menjadi alasan kuat penggunaan alsintan semakin diperluas di tingkat petani.
Sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa Combine Harvester kepada UPJA Motekar Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang.
Keberadaan alsintan modern tersebut diharapkan mampu mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil di lapangan, menekan biaya operasional, sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Baca Juga:Kuningan Bidik Prestasi di Porsenitas, Turunkan Kontingen pada 14 CaborDisdikbud Kuningan Evaluasi Layanan Pendidikan Melalui Forum Konsultasi Publik
Menurut Wahyu, mekanisasi pertanian bukan sekadar menggantikan tenaga manusia dengan mesin, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
“Ketika biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas meningkat, maka kesejahteraan petani juga akan semakin baik. Karena itu, modernisasi pertanian harus terus dipercepat,” tegasnya
Selain fokus pada teknologi dan alsintan, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Regenerasi petani menjadi tantangan yang harus segera dijawab agar sektor pertanian tetap berkelanjutan di masa depan.
“Pertanian masa depan membutuhkan generasi yang adaptif terhadap teknologi, memiliki kemampuan kewirausahaan, dan mampu menciptakan nilai tambah. Kita ingin semakin banyak anak muda yang bangga menjadi petani,” ungkapnya.
Meski terus bergerak menuju modernisasi, Kabupaten Kuningan tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat agraris.
Bagi Kuningan, transformasi pertanian bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan memadukan kearifan lokal dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan kombinasi antara surplus produksi beras yang terus meningkat dan percepatan penggunaan alsintan modern, Kabupaten Kuningan optimistis mampu membangun sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pangan di masa depan. (ags)
