RADARCIREBON.ID– Di tengah berbagai tantangan yang membayangi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan hingga berkurangnya tenaga kerja tani, Kabupaten Kuningan justru mencatat peningkatan surplus beras yang signifikan.
Capaian tersebut memperkuat posisi Kuningan sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Barat, sekaligus menjadi bukti keberhasilan upaya modernisasi dan inovasi pertanian yang terus didorong pemerintah daerah.Keberhasilan tersebut tidak lepas dari langkah pemerintah daerah yang terus mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan teknologi budidaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta berbagai inovasi di sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah mengatakan, sektor pertanian saat ini tengah memasuki fase perubahan yang sangat cepat.
Baca Juga:Kuningan Bidik Prestasi di Porsenitas, Turunkan Kontingen pada 14 CaborDisdikbud Kuningan Evaluasi Layanan Pendidikan Melalui Forum Konsultasi Publik
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani.
“Pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Modernisasi, mekanisasi, digitalisasi, dan inovasi menjadi kebutuhan yang harus kita dorong bersama. Namun di saat yang sama, kita tetap harus menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat agraris,” ujarnya.
Upaya transformasi tersebut mulai membuahkan hasil nyata. Berdasarkan data Diskatan Kabupaten Kuningan, produksi beras daerah meningkat dari 225.995 ton pada tahun 2024 menjadi 254.124 ton pada tahun 2025.Kenaikan produksi tersebut berdampak langsung terhadap surplus beras daerah.
Jika pada tahun 2024 surplus beras Kuningan tercatat sebesar 93.070 ton, maka pada tahun 2025 angkanya melonjak menjadi 120.244 ton.
Artinya, terjadi peningkatan hampir 29 persen hanya dalam satu tahun.Capaian ini semakin memperkuat peran Kabupaten Kuningan sebagai daerah penyangga pangan strategis di Jawa Barat yang turut berkontribusi terhadap ketahanan pangan regional maupun nasional.
Wahyu menjelaskan, peningkatan produksi dan surplus beras tersebut merupakan hasil sinergi berbagai program pembangunan pertanian yang dijalankan secara berkelanjutan.
Mulai dari penguatan penyuluhan pertanian, peningkatan indeks pertanaman, pemanfaatan teknologi budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penguatan sarana dan prasarana pertanian.
Baca Juga:Seren Taun di Kuningan, Menjaga Warisan Leluhur dan Merawat Kearifan Lokal di Tengah Arus ZamanOperasi Patuh Lodaya Ditunda, Polantas Kuningan Tetap Gencar Edukasi Simpatik
“Di balik angka-angka tersebut ada kerja keras petani, dedikasi penyuluh pertanian, dukungan pemerintah, serta kolaborasi berbagai pihak yang bekerja bersama menjaga produksi pangan tetap tumbuh,” katanya.
