Sementara itu, petani penangkar bawang putih asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bedjo Supriyanto, menyambut baik komitmen pemerintah membangun ekosistem bawang putih nasional. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade menekuni usaha bawang putih, baru kali ini ia mendapatkan perhatian yang kuat dan menyeluruh.
“Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat ditunggu petani bawang putih. Selama lebih dari 20 tahun kami bertani, baru sekarang bawang putih mendapat panggung. Dengan adanya kepastian harga, pembeli, dan dukungan dari hulu sampai hilir, petani akan lebih semangat meningkatkan produksi,” kata Bedjo, di laman Kementan.
Ia optimistis sinergi antara petani, pemerintah dan konsumen akan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian bawang putih nasional. Menurutnya, dengan dukungan yang konsisten, Indonesia dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri dari produksi petani sendiri.
Baca Juga:Inggris vs Kroasia, Saatnya Ulangi Kejayaan 1966Gelombang Pertama Lancar, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Tanah Suci
“Kami punya cita-cita agar petani bawang putih Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri. Memang membutuhkan proses, tetapi dengan momentum ini kami optimistis suatu saat kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri,” tutupnya. (rc)
