Jembatan di Bojong  Cideres Resmi Digunakan, Masyarakat Bisa Pangkas Jarak

Peresmian Jembatan di Blok Pakauman, Desa Bojong Cideres,
Jembatan di Blok Pakauman, Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan diresmikan Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jembatan beton di Blok Pakauman, Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan, yang sebelumnya nyaris roboh dan menyulitkan mobilitas warga, resmi digunakan setelah selesai dibangun.

Jembatan tersebut diresmikan Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto bersama Bupati Majalengka Eman Suherman, Jumat (18/9/2026).

Pembangunan jembatan rampung dalam waktu sekitar 35 hari. Sebelumnya, kondisi jembatan lama dinilai sudah tidak layak dan membahayakan pengguna.

Baca Juga:Polsek Kandanghaur Pastikan Penyaluran BSCP Berlangsung TertibLapas Kelas IIB Indramayu Gelar Razia Gabungan , Temukan Barang Mengganggu

Rendra mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Jembatan ini sebelumnya hampir rubuh atau tidak layak, sehingga negara menanggapi adanya kondisi seperti itu, turun tangan melalui TNI. Alhamdulillah dalam waktu 35 hari, jembatan ini bisa terselesaikan dengan baik,” kata Rendra.

Jembatan sepanjang sekitar 18 meter dengan lebar kurang lebih 2 meter itu menjadi akses penghubung bagi masyarakat dari tiga desa.

Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan membuat kendaraan sulit melintas. Bahkan, sepeda motor hampir tidak dapat melewati jalur tersebut.

“Yang tadinya akses hanya sepeda, sepeda motor pun hampir tidak bisa digunakan karena mau roboh. Alhamdulillah sekarang roda tiga bisa masuk ataupun berapa beban, berapa banyak motor pun bisa dilalui,” ujarnya.

Bagi masyarakat, manfaat jembatan tersebut terasa langsung dalam aktivitas sehari-hari. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar kini menjadi jauh lebih singkat.

Bupati Eman menggambarkan perubahan tersebut dengan perbandingan waktu tempuh yang cukup signifikan.

Baca Juga:Musang Masuk Rumah Warga di Caracas Kuningan, Damkar Turun TanganDiskominfo Kuningan Bongkar WA Admin Palsu 

“Bayangkan dua-tiga desa, kalau jembatannya rusak, mereka harus keliling. Mungkin memakan waktu 30 menit, sementara ke sini mungkin hanya tiga menit saja sampai. Ini bedanya,” kata Eman.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur semakin penting ketika masyarakat membutuhkan akses yang cepat dan aman, sementara kondisi fiskal daerah menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi.

Karena itu, Eman menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi.

“Tanpa kolaborasi, kita tidak akan mungkin berhasil dengan sukses. Agar kita bisa mempercepat pembangunan, inovasi, kolaborasi, dan anggarannya harus ada. Tiga hal itu yang paling penting,” ujarnya.

Ia berharap jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

0 Komentar