Cegah Perceraian, Selamatkan Rumah Tangga Sebelum Terlambat

Mediator Nonhakim Pengadilan Agama (PA) Sumber Agus Salim SH Pid CLP CMDF CFTAX
Mediator Nonhakim Pengadilan Agama (PA) Sumber Agus Salim SH Pid CLP CMDF CFTAX
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Perceraian kerap dianggap sebagai akhir dari sebuah hubungan. Namun, dalam banyak kasus, perceraian berawal dari kegagalan komunikasi yang berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, Mediator Nonhakim Pengadilan Agama (PA) Sumber, Agus Salim SH Pid CLP CMDF CFTAX, mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan demi mempertahankan keutuhan rumah tangga.

Agus mengatakan, selama menjalankan proses mediasi, ia melihat sebagian besar perkara perceraian bukan dipicu oleh satu peristiwa besar, melainkan akumulasi persoalan yang dibiarkan tanpa penyelesaian.

Baca Juga:Didominasi Warga Korea Selatan dan China, Ratusan WNA Tinggal di Kota Cirebon Masyarakat Diminta Berikan Data Akurat, BPS Kota Cirebon Mulai Sensus Ekonomi 2026

“Yang kami temui di ruang mediasi bukan hanya dua orang yang ingin berpisah, tetapi akumulasi kekecewaan, rasa tidak dihargai, luka yang tidak pernah dibicarakan, serta konflik yang terus dipendam,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan rumah tangga saat ini semakin kompleks. Tekanan ekonomi, tingginya tuntutan hidup, minimnya komunikasi, hingga ekspektasi yang berlebihan terhadap pasangan menjadi faktor yang kerap memicu konflik.

“Banyak pasangan mempersiapkan pesta pernikahan dengan sangat matang, tetapi tidak menyiapkan kemampuan menghadapi perbedaan setelah menikah. Itu sangat ironis,” katanya.

Agus menilai konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar. Namun, konflik akan menjadi persoalan serius apabila terus dibiarkan hingga menjadi pola dalam kehidupan keluarga.

Ia menyebut persoalan komunikasi sebagai penyebab yang paling sering memicu keretakan rumah tangga. Pasangan suami istri, kata dia, sering kali kehilangan kemampuan untuk saling mendengarkan sehingga percakapan berubah menjadi perdebatan, bahkan saling menyalahkan.

“Ketika pasangan tidak lagi merasa aman untuk berbicara, jarak emosional mulai terbentuk. Rumah tetap berdiri, tetapi hubungan perlahan menjadi kosong,” jelasnya.

Selain komunikasi, persoalan ekonomi juga menjadi pemicu konflik. Menurut Agus, masalah bukan semata-mata terletak pada besarnya penghasilan, melainkan kurangnya keterbukaan, perbedaan prioritas, serta keputusan keuangan yang tidak dibicarakan bersama.

Baca Juga:Disdik Apresiasi Kehadiran Brain Academy Ruang Guru Mitigasi untuk Antisipasi Dampak Musim Kemarau

Ia juga mengingatkan bahwa campur tangan pihak luar, penggunaan media sosial yang tidak bijak, hingga hadirnya orang ketiga sering kali berawal dari hubungan suami istri yang telah kehilangan kedekatan emosional.

Karena itu, Agus menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, mengelola emosi, serta menyelesaikan konflik secara dewasa. Pasangan suami istri juga disarankan tidak ragu mencari bantuan melalui konseling keluarga atau mediasi sebelum persoalan semakin membesar.

0 Komentar