Disdik Apresiasi Kehadiran Brain Academy Ruang Guru 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon Handi Sogianto
MENDUKUNG: Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogianto, mengatakan keberadaan Brain Academy tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan daya saing siswa. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon mengapresiasi kehadiran cabang kedua Brain Academy by Ruang Guru di Cirebon. Kehadiran lembaga bimbingan belajar tersebut dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogianto, mengatakan keberadaan Brain Academy tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan daya saing siswa.

“Dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi karena Ruangguru ini, selain meningkatkan kecerdasan anak-anak, juga membangun karakter dan daya saing mereka,” ujarnya.

Baca Juga:Kepemilikan SLO dan Pertek Masih RendahDPRD Cirebon Desak Pemkab Segera Terbitkan Perbup Pajak Mamin

Ia juga menilai kualitas tenaga pengajar di Brain Academy Ruang Guru cukup baik, karena diisi oleh tutor muda lulusan berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya.

Dengan diresmikannya cabang kedua ini, Dinas Pendidikan berharap Brain Academy dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta menghadirkan biaya pendidikan yang tetap kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.

“Harapannya, bimbingan belajarnya semakin baik dan biayanya juga bersaing serta terjangkau, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses layanan pendidikan ini,” tambahnya.

Handi juga menekankan pentingnya pendidikan nonformal yang terstruktur sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai secara berlebihan di rumah.

Ia mengisahkan adanya kasus yang menggambarkan dampak negatif penggunaan gawai tanpa pengawasan, termasuk penggunaan uang tabungan untuk transaksi gim daring.

“Pernah ada cerita, anak menggunakan ponsel sampai uang tabungan orang tua di aplikasi habis, ternyata dipakai untuk top-up game online hingga jutaan rupiah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan belajar yang lebih terarah, ia berharap anak-anak dapat mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masa depan.

Baca Juga:Awal Juli Pemkot Pindah Kantor ke Grage City MallDPRD Soroti Dampak Pembangunan dalam Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Sementara itu, Branch Manager Ruangguru Cirebon, Nurfirmanilah Yustitiya, mengatakan peresmian cabang baru Brain Academy merupakan bagian dari komitmen Ruangguru dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui inovasi pembelajaran.

Menurutnya, Brain Academy menggabungkan metode pembelajaran tatap muka (offline) dan daring (online) untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, personal, dan adaptif.

0 Komentar