RADARCIREBON.ID – Tiga bulan setelah tahun ajaran baru berjalan, program Sekolah Swasta Kerjasama (SSK) yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat masih menyisakan sejumlah persoalan di kalangan sekolah swasta.
Program yang diluncurkan untuk membantu siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan. Sejumlah sekolah masih menghadapi persoalan penerimaan siswa, sementara penyaluran bantuan juga belum sepenuhnya merata.
Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Kota Cirebon Nur Wahyudin SSi mengatakan pihaknya pada dasarnya mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Barat menggandeng sekolah-sekolah swasta melalui program SSK.
Baca Juga:Bencana Uji Ketangguhan Layanan PublikPemasukan KNMP Diusulkan Jadi Pendapatan Desa
Namun, implementasi di lapangan dinilai masih jauh dari harapan. Salah satu persoalan yang jadi sorotan adalah proses penerimaan murid baru yang dinilai tak sepenuhnya berjalan sesuai Memorandum of Understanding (MoU). Menurut pria yang akrab disapa Wahyu itu, ada siswa yang sebelumnya dinyatakan diterima di sekolah swasta, tapi kemudian tidak terakomodasi sistem. Kondisi itu membuat sebagian siswa akhirnya pindah ke sekolah negeri.
“Beberapa sekolah (swasta, red) yang awalnya mencatat 40 pendaftar siswa baru, kini hanya menyisakan enam orang saja. Meskipun Pemprov Jabar menggulirkan SSK, tapi tidak ngefek ke sekolah swasta karena masih banyak siswa yang lari ke sekolah negeri,” ujar Wahyu saat ditemui Radar Cirebon, Senin (21/9/2026).
Bahkan, lanjut dia, terdapat sekolah swasta yang tidak mendapatkan siswa baru atau nihil pendaftar, meski proses pendaftaran awal dilakukan di sekolah tersebut. Kondisi tersebut membuat sekolah swasta kembali menghadapi persoalan lama. “Situasinya dirasakan masih sama seperti sebelum ada program SSK,” katanya.
Selain persoalan penerimaan siswa, FKSS juga menyoroti penyaluran bantuan pembiayaan bagi siswa sekolah swasta yang disebut mencapai Rp100 ribu per siswa setiap bulan. Wahyu mengatakan, penyaluran bantuan tersebut belum merata. Sejumlah sekolah dikabarkan sudah menerima bantuan, sedangkan sekolah lainnya masih berada pada tahap pembukaan rekening. “Beberapa sekolah swasta sudah menerima bantuan, tetapi ada yang baru tahap pembukaan rekening,” ungkapnya.
