Revonasi Tiga Pasar Terbentur Anggaran

Pasar Ciledug
DARURAT: Sejumlah pedagang Pasar Ciledug melakukan perbaikan bangunan secara mandiri karena kondisinya sudah rapuh, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kondisi sejumlah pasar tradisional milik Pemkab Cirebon membutuhkan perhatian serius.

Dari sembilan pasar yang dikelola pemerintah daerah, sedikitnya tiga pasar dinilai sudah membutuhkan renovasi.

Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Ciledug, Pasar Cipeujeuh, dan Pasar Jamblang. Namun, rencana perbaikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat lantaran terkendala keterbatasan anggaran.

Baca Juga:Cegah Perceraian, Selamatkan Rumah Tangga Sebelum TerlambatGencarkan Sosialisasi "Gas Nikah di KUA", Tawarkan Layanan Nikah Gratis

Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon Teguh Mulyono mengatakan, kebutuhan renovasi paling mendesak salah satunya berada di Pasar Ciledug.

Pasar tersebut telah berusia lebih dari dua dekade. Seiring bertambahnya usia bangunan, sejumlah bagian pasar mulai mengalami kerusakan dan kondisinya dinilai perlu segera mendapatkan penanganan.

“Dari sembilan pasar milik Pemkab Cirebon, ada tiga yang sangat membutuhkan renovasi segera, yakni Pasar Ciledug, Pasar Cipeujeh dan Pasar Jamblang,” ujar Teguh.

Menurutnya, kondisi Pasar Ciledug menjadi perhatian karena terdapat sejumlah bangunan yang sudah rapuh.

Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pedagang maupun pengunjung pasar.

“Terutama Pasar Ciledug, usianya sudah lebih dari 20 tahun. Beberapa bangunan juga sudah rapuh dan membahayakan,” katanya.

Meski kebutuhan renovasi cukup mendesak, Disperdagin belum memiliki rencana renovasi terhadap ketiga pasar tersebut. Persoalannya bukan pada kebutuhan, melainkan kemampuan pembiayaan.

Baca Juga:Komisi III ‎DPRD Perkuat Sarana Pengolahan Sampah4 Faktor Pemicu Perceraian di Kabupaten Cirebon

Teguh menyebut, pihaknya masih kesulitan mendapatkan dukungan anggaran, baik dari APBD maupun APBN. Kondisi tersebut semakin berat dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran.

“Belum ada rencana renovasi karena memang terkendala anggaran. Baik dari APBN maupun APBD kami kesulitan mendapatkan anggaran renovasi karena adanya efisiensi anggaran,” jelasnya.

Disperdagin, lanjut Teguh, tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar yang membutuhkan perbaikan.

“Penanganan terhadap bagian-bagian yang rawan menjadi penting sembari menunggu peluang anggaran untuk renovasi secara lebih menyeluruh,” pungkasnya. (den)

0 Komentar