Perjuangan Felisa Louise Menembus Podium OSN 2026, Dari C++ ke AI, Satu-satunya Perempuan yang Mendapat Medali

Felisa Louise
SABET MEDALI PERUNGGU: Felisa Louise harus bersaing dengan 2.317 peserta, dan lolos menjadi 12 siswa terbaik yang berhak memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

Ketertarikan Felisa terhadap AI berawal dari keinginannya mencoba sesuatu yang berbeda. Selama ini, pengalaman coding membuatnya cukup akrab dengan dunia pemrograman.

Namun, kecerdasan artifisial membuka tantangan baru karena membutuhkan kombinasi kemampuan pemrograman, analisis data, pemahaman metode, serta kemampuan memecahkan masalah.

Bagi Felisa, justru tantangan itulah yang membuat AI menarik. Dalam EKKA, peserta dihadapkan pada persoalan yang harus diselesaikan melalui tahapan analisis dan pengolahan data.

Baca Juga:Cegah Perceraian, Selamatkan Rumah Tangga Sebelum TerlambatGencarkan Sosialisasi "Gas Nikah di KUA", Tawarkan Layanan Nikah Gratis

Setelah memahami persoalan, peserta harus menentukan metode yang tepat dan membangun model AI yang dapat menghasilkan solusi.

Pengalaman tersebut membuat Felisa tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga bagaimana berpikir sistematis ketika menghadapi sebuah persoalan.

Ajang EKKA dalam OSN 2026 memang dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam bidang kecerdasan artifisial. Peserta ditantang menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara langsung, bukan sekadar memahami teori.

Kemampuan sebagai problem solver, innovator, researcher, dan AI builder menjadi bagian dari kompetisi tersebut.

Bagi Felisa, medali perunggu yang dibawanya pulang bukan sekadar penghargaan. Di balik medali tersebut ada ribuan peserta yang harus dilewati, tahapan seleksi yang ketat, bidang baru yang harus dipelajari, serta rasa gugup ketika harus berhadapan dengan peserta dari sekolah-sekolah ternama.

Ada pula sosok ibu yang terus menguatkannya ketika kepercayaan diri sempat goyah.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Felisa mengenal lebih jauh dunia kecerdasan artifisial.

Baca Juga:Komisi III ‎DPRD Perkuat Sarana Pengolahan Sampah4 Faktor Pemicu Perceraian di Kabupaten Cirebon

Dari C++ yang lebih dulu dikenalnya, Felisa mulai melangkah ke Python dan dunia AI. Sebuah langkah baru yang membawanya dari ruang belajar di Kota Cirebon menuju podium kompetisi sains tingkat nasional.

Dan medali perunggu itu menjadi penanda bahwa langkah tersebut baru saja dimulai. (*/adv)

Laman:

1 2
0 Komentar