RADARCIREBON.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr H Abdul Mu’ti MEd meninjau langsung pembangunan SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin pagi (28/9). Sekolah tersebut tengah mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat dengan nilai anggaran mencapai Rp1,8 miliar.
Progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan.
Saat meninjau lokasi, Abdul Mu’ti mengatakan, proses pembangunan berjalan lancar. Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, pembangunan berjalan lancar. Memang baru 40 persen, tetapi Insya Allah dalam dua bulan pembangunan sudah selesai 100 persen,” ujarnya.
Baca Juga:Oktober Wajib Sertifikat Halal, Disperdagin Cirebon Fasilitasi UMKM Urus Sertifikat ke BPJPHDirektur Baru PDAM Majalengka Ditarget Rp3,9 Miliar Juga Peningkatan Kualitas Pelayanan
Ia menjelaskan, bantuan revitalisasi tahun 2026 tersebut digunakan untuk pembangunan 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan dan sembilan toilet.
SDN 1 Kedungjaya merupakan hasil penggabungan dua sekolah dasar. Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan representatif.
“Ini adalah penggabungan dua SD yang dimerger. Mudah-mudahan dengan revitalisasi ini, pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” katanya. Abdul Mu’ti menyebut pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola dan melibatkan masyarakat.
Mekanisme tersebut sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas pendidikan di daerah.
Selain SDN 1 Kedungjaya, pemerintah pusat juga memberikan bantuan revitalisasi kepada puluhan SD di Kabupaten Cirebon. Pada 2026, tercatat 82 SD negeri mendapatkan intervensi anggaran APBN dengan nilai total sekitar Rp44 miliar.
Menurut Abdul Mu’ti, sekolah dengan kondisi kerusakan berat menjadi prioritas penerima bantuan. Alokasi anggaran ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan masing-masing sekolah.
“Kita prioritaskan sekolah yang rusak berat yang bisa kita berikan alokasi anggaran,” ungkapnya.
Baca Juga:Dana Desa Terbatas, Warga Desa Indapatra Titip AspirasiWaspada Potensi Kebakaran, Matikan Mesin dan Jangan Gunakan Ponsel saat Isi BBM!
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon. Ia melihat langsung antusiasme siswa saat menikmati makanan yang disediakan.
Selain revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti juga menyampaikan rencana pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu pada 2027.
