Kebakaran Lahan Merembet ke TPA Gunung Santri, Damkar Kerahkan Enam Mobil 

Tim gabungan berupaya melakukan pemadaman api yang membakar TPA Gunung Santri
Tim gabungan dari Disdamkarmat, DLH Kabupaten Cirebon, Kodim 0620 dan Indocement berupaya melakukan pemadaman api yang membakar TPA Gunung Santri, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kebakaran lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, merembet ke area tumpukan sampah.

Enam unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Pemadaman melibatkan Damkarmat Kabupaten Cirebon bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kodim 0620, serta pihak Indocement. Petugas berjibaku mencegah api meluas ke area TPA dan lahan milik masyarakat.

Baca Juga:Unjungan Buyut Kebulen, Gelar Lomba hingga Karnaval Semburan Sudah Hilang, Sumur BDA-004 Pertamina di Pagedangan Berhasil Ditangani

Kepala Damkarmat Kabupaten Cirebon, Drs H Dadang Suhendra MSi mengatakan, laporan kebakaran diterima pada Senin (5/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas kemudian langsung menuju lokasi setelah api mulai mendekati kawasan TPA.

“Tadi malam sudah kita tindak lanjuti. Kita meluncur dengan tiga regu dan tiga kendaraan damkar dari sektor Sumber, Palimanan, dan Weru,” ujar Dadang.

Pemadaman sempat dihentikan sekitar pukul 02.00 WIB dan dilanjutkan kembali, Selasa (6/10) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, kobaran api dan kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik.

Empat kendaraan damkar kemudian dikerahkan dengan dukungan mobil tangki suplai air dari DLH Kabupaten Cirebon.

Dadang menjelaskan, penanganan kebakaran sampah memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena titik api masih dapat bertahan di bagian bawah tumpukan sampah.

“Untuk kebakaran sampah ini tidak bisa dipadamkan di atas apinya. Di bawahnya masih menyala. Jadi di atasnya sudah mati, di bawahnya menyala,” jelasnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, kepulan asap hitam kembali terlihat. Petugas menduga masih terdapat titik api di bawah tumpukan sampah, termasuk material seperti ban yang ikut terbakar.

Baca Juga:Asrama Ponpes Terbakar di CiwaringinKelurahan Kesenden Bangkitkan Kesadaran Warga Pentingnya Memahami Hukum Waris

Untuk mempercepat pemadaman, total sekitar enam unit kendaraan damkar dikerahkan. Sementara kebutuhan air sejak Senin malam telah mencapai lebih dari 10 tangki.

“Air mungkin tidak terhitung. Dari semalam sudah lebih dari 10 tangki. Alhamdulillah, Pak Kadis LH beserta jajaran siap menyuplai air untuk pemadaman,” katanya.

Dadang mengatakan, luas keseluruhan TPA Gunungsantri sekitar 4,7 hektare. Namun, area yang terdampak kebakaran diperkirakan hanya beberapa ratus meter persegi karena api berhasil dilokalisasi.

0 Komentar