Kegiatan tersebut difasilitasi Kantor Regional III BKN Bandung. Dukungan itu membuat peserta tidak dikenakan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang nilainya sekitar Rp590 ribu per orang.
“Pemkab Kuningan hanya menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk gedung dan laboratorium komputer,” kata Beni.
Menurutnya, fasilitasi dari BKN tersebut memberikan manfaat besar bagi Pemkab Kuningan, terutama dalam memperoleh data profil ASN secara lebih luas di tengah keterbatasan kemampuan APBD.
Baca Juga:Kalapas Tegaskan Tak Ada Hunian Mewah di Lapas KuninganKarya 3D Anaglyph Hadirkan Perspektif Baru
Beni mengungkapkan, pada tahap awal Kuningan hanya mendapatkan kuota profiling sebanyak 570 peserta. Namun, kuota tersebut kemudian meningkat menjadi 3.000 peserta setelah mendapat dukungan Kepala Kanreg III BKN Bandung Wahyu SKom MAP.
“Awalnya kuota Kuningan hanya 570 peserta, namun berkat dukungan Kepala Kanreg III BKN Bandung, Bapak Wahyu, S.Kom., M.AP., kuota bertambah menjadi 3.000 peserta. Ini tentu sangat membantu daerah,” ujarnya.
Proses profiling berlangsung sekitar 2,5 jam. Hasil penilaian diharapkan menjadi basis pemetaan potensi dan kompetensi ASN secara lebih objektif dan terukur.
Pemutakhiran tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi Pemkab Kuningan dalam mengembangkan aparatur sesuai kebutuhan organisasi, sekaligus memperkuat penerapan manajemen talenta melalui SIMATA BKN.
Dengan data kompetensi yang lebih akurat, pengelolaan dan pengembangan ASN diharapkan semakin tepat sasaran untuk mendukung pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ags)
