Mitra Dapur SPPG Siap Tanggung Biaya Dugaan Keracunan SMAN 1 Tukdana

Wakil Mitra SPPG Kerticala 2, Kecamatan Tukdana, Hakim
Wakil Mitra SPPG Kerticala 2, Kecamatan Tukdana, Hakim saat memberikan keterangan terkait dugaan keracunan siswa SMAN 1 Tukdana. FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pihak mitra dapur SPPG Kerticala 2 menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas insiden dugaan keracunan yang menimpa 143 siswa di SMAN 1 Tukdana yang terjadi pada Senin (5/10) kemarin. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Mitra Dapur SPPG Kerticala 2, Hakim, saat mengunjungi sekolah terdampak bersama jajaran Puskesmas Tukdana.

Hakim menjelaskan, kedatangannya sejak pagi bertujuan untuk melihat langsung kondisi serta melakukan pendataan lanjutan terhadap para siswa. “Kami memang berniat kunjungan ke sini terkait kejadian kemarin. Kami mengajak kepala Puskesmas Tukdana untuk bersama-sama mengunjungi SMA Tukdana dan memantau kondisi siswa-siswi yang terdampak,” ujarnya, Selasa (6/10).

Terkait adanya kekhawatiran mengenai biaya penanganan medis, ia menegaskan siap mengganti seluruh pengeluaran berobat para korban. Terutama bagi siswa yang menggunakan dana pribadi.

Baca Juga:Pemkot Evaluasi Tata Kelola RSD Gunung Jati, Utang Jadi SorotanDisdamkarmat Imbau Warga  Waspadai Kebakaran Lahan

“Insya Allah kami bertanggung jawab atas hal tersebut. Kami akan mendatangi siswa-siswi yang kemarin berobat dengan biaya pribadi, karena tidak memiliki asuransi atau BPJS. Biaya berobatnya nanti akan kami ganti,” tegasnya.

Berdasarkan data awal dari pihak sekolah, diperkirakan terdapat sekitar 80 hingga 100 siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Mayoritas siswa mengeluhkan gejala seperti mual dan sakit perut usai menyantap makanan dari program MBG.

Pihak mitra Dapur SPPG Kerticala 2 berencana menyisir dan mendatangi langsung rumah para siswa yang belum dapat masuk sekolah untuk memastikan kondisi kesehatan mereka terpantau dengan baik.

“Kita sisir apakah ada siswa yang sebelumnya mengalami mual atau sakit perut yang tidak berangkat, kita datang ke rumah dan pastikan semuanya baik-baik saja dan kita bertanggung jawab sepenuhnya,” jelas Hakim. (oni)

0 Komentar