RADARCIREBON.ID – Misteri pembunuhan Karningsih (66), istri Dokter Edi, masih gelap. Warga Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, pun diliputi keresahan. Mereka berharap polisi segera menangkap pelakunya.
Kuwu (Kepala Desa) Babakan Gebang Yeni Setiati mengatakan belum terungkapnya kasus pembunuhan tersebut menjadi perhatian warga. Mereka merasa khawatir karena orang yang terlibat belum juga tertangkap.
Kuwu Yeni sendiri masih kerabat korban. Nenek Yeni dan nenek Karningsih kakak beradik. Ia mengatakan kekhawatiran muncul lantaran warga takut kejadian serupa kembali terjadi. Mereka merasa belum sepenuhnya aman selama kasus pembunuhan Karningsih masih menjadi misteri.
Baca Juga:BPJS PBI Cirebon Jadi Sorotan, DPRD Gelar Rapat, Kadinkes Enny Sebut Keterbatasan AnggaranGubernur: Tetap Dilayani Meski BPJS Bermasalah
“Warga banyak yang menanyakan kepada saya bagaimana perkembangan kasus ini. Namun, sampai sekarang saya juga belum mengetahui informasi terbaru mengenai pengungkapan kasus tersebut,” ungkap Yeni.
Menurutnya, masyarakat berharap aparat kepolisian bisa segera memberikan titik terang atas kasus yang menimpa Karningsih. Kejelasan penanganan perkara dinilai penting untuk meredakan keresahan warga sekaligus memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Kasus ini memang belum terungkap meskipun aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan. Informasi yang diketahui Yeni, Polda Jawa Barat juga turun tangan dengan dukungan peralatan canggih untuk membantu proses pengungkapan.
Kondisi itu membuat warga semakin menantikan perkembangan penyelidikan. Mereka berharap berbagai upaya yang dilakukan kepolisian segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Seperti diketahui, Karningsih atau biasa disapa Bu Nining, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Radar Cirebon juga menghubungi Kuwu Babakan Gebang Yeni Setiati. Ia mengatakan mendapat informasi mengenai kejadian tersebut dari masyarakat dan perangkat desa. “Awalnya saya mendapat informasi dari masyarakat dan perangkat desa bahwa di rumah Pak Dokter Edi ada kejadian yang tidak wajar,” ujar Yeni.
Saat mendatangi lokasi, rumah korban sudah dipasangi garis polisi. “Saya cukup melihat dari luar karena sudah dipasangi garis polisi. Kami menghormati proses pemeriksaan agar barang bukti tidak terganggu,” ujar Yeni.
Menurut Yeni, pada hari kejadian, dokter Edi tetap menjalankan aktivitas seperti biasa di tempat praktiknya atau klinik. Sementara Karningsih berada di rumah karena sedang kurang sehat.
