Hasil Rapat, Ortu Siswa SDN Taman Kalijaga Permai Tolak MBG

Tolak MBG
RAPAT: Wali murid SDN Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon, menolak program MBG dalam rapat sekolah, Rabu (28/10/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Mayoritas orang tua, kata Mega, menginginkan penyaluran MBG dihentikan di sekolah karena khawatir kejadian serupa terulang. “Penginnya tetap menolak sih. Karena trauma takut kejadian sama,” kata dia.

Kepala SDN Taman Kalijaga Permai, Fauziyah Hayati Fazrin, membenarkan bahwa mayoritas wali murid belum menginginkan program itu dilanjutkan. Dalam pertemuan tersebut, orang tua juga meminta klarifikasi, permohonan maaf, serta penjelasan mengenai kompensasi bagi keluarga yang terganggu pekerjaannya. “Kebanyakannya, ya tidak mau (program MBG dilanjutkan di sekolah tersebut, red),” kata Fauziyah.

Sekolah menampung aspirasi tersebut dan menyiapkan surat pernyataan mengenai sikap wali murid. Perwakilan orang tua selanjutnya dijadwalkan bertemu dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membahas tuntutan mereka.

Baca Juga:Kemenhaj Siapkan Aturan Disiplin Petugas HajiHarga Pangan di Pasar Jagasatru di Tengah Musim Kemarau Berkepanjangan Relatif Stabil

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Cirebon memastikan akan mencabut Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG 05 Kalijaga. Kepala Dinkes Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiawaty, mengatakan langkah itu menjadi bagian dari tindak lanjut atas kejadian yang berdampak pada ratusan penerima manfaat.

Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan, termasuk telur puyuh, nasi, tempe, sayur, dan air, telah dikirim untuk diperiksa. Dinkes sebelumnya mencatat 432 orang terdampak dugaan keracunan MBG berdasarkan pendataan hingga Jumat (23/10/2026). Di SDN Taman Kalijaga Permai, sebanyak 98 warga sekolah, terdiri dari siswa dan guru, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. (ade)

0 Komentar