Di sisi lain, lanjutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Persoalan kemiskinan dan pengangguran masih membutuhkan perhatian bersama, sementara peningkatan kualitas pendidikan menjadi kebutuhan mendasar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan.
Dalam konteks tersebut, Bupati Dian berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara ulama, pemerintah, kalangan pemuda, dan masyarakat.
“Hari Santri Nasional merupakan momentum milik seluruh rakyat Indonesia, untuk mengenang dan menghargai kontribusi santri serta pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa,” terangnya.
Baca Juga:Seminar Nasional Pendidikan di Kuningan Bahas Rendahnya Rata-rata Lama SekolahRumah Sutinah Nyaris Ambruk, Wabup Kuningan Bantu Rp15 Juta
Melalui kolaborasi dan semangat persatuan, kata Dian, santri diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, berkarakter, dan berkeadilan. (ags)
