RADARCIREBON.ID–Pemberdayaan perempuan melalui keterampilan produktif menjadi salah satu upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Hal inilah yang melatarbelakangi Barisan Pejuang Demokrasi (Bapeksi) menggelar pelatihan Batik Ciwitan di Kuningan.
Kegiatan yang diinisiasi Ketua Umum Bapeksi Mayjen TNI (Purn) Dr H TB Hasanuddin tersebut, menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kuningan tercatat sebagai kota ke-21 yang menjadi lokasi penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Pelatihan difasilitasi DPC Bapeksi Kuningan dan berlangsung di kediaman Bendahara DPD Bapeksi Jawa Barat Rosalina Deviyanti, yang juga merupakan Anggota DPRD Kuningan. Kegiatan ini diikuti para perempuan, khususnya ibu rumah tangga di lingkungan Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan.
Baca Juga:Seminar Nasional Pendidikan di Kuningan Bahas Rendahnya Rata-rata Lama SekolahRumah Sutinah Nyaris Ambruk, Wabup Kuningan Bantu Rp15 Juta
Ketua DPC Bapeksi Kuningan, Intan Agustiani mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan membatik dapat membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi alternatif untuk memperkuat perekonomian keluarga.
Ia berharap, pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Pelatihan Batik Ciwitan ini bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Kami berharap ibu-ibu dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha dan menambah penghasilan,” ujarnya, Rabu (28/10).
Pelatihan menghadirkan Eka Harijhayanti, penemu teknik Batik Ciwitan, bersama timnya. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai teknik membatik sebagai bekal untuk mengembangkan keterampilan yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Bagi Bapeksi, pengembangan keterampilan masyarakat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan usaha, terutama bagi perempuan yang ingin berkontribusi terhadap pendapatan keluarga. Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai jual.
Rosalina Deviyanti mengaku senang, kediamannya dapat menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi perempuan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
“Saya sangat senang bisa menjadi tuan rumah kegiatan ini. Pelatihan Batik Ciwitan sangat bermanfaat bagi ibu-ibu di lingkungan Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan. Mudah-mudahan ilmu yang didapat bisa dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi mereka,”ungkapnya.
