Jumat Bersepeda, Bupati Dian Canangkan Gerakan Bersih Saluran Air

Ist 
AKSI BERSIH: Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani dan jajaran pemerintah daerah mengikuti kegiatan Jumat Bersepeda di Balai Desa Sindangagung, Jumat (30/10/2026). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Gerakan Jumat Bersepeda yang digagas Pemerintah Kabupaten Kuningan diarahkan menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesehatan, dan memperkuat kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak bergotong royong membersihkan saluran air sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, saat kegiatan Jumat Bersepeda (Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai) di Balai Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, jajaran kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Baca Juga:Polres Kuningan Ungkap 9 Kasus, Amankan 16 TersangkaPolisi Sita 1.708 Botol Miras, Kapolres Kuningan Tegaskan Ormas Dilarang Sweeping

Bupati Dian menjelaskan, Bersepeda bukan sekadar nama kegiatan, melainkan akronim yang memuat empat nilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membangun lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih baik.

“Jumat Bersepeda itu bukan berarti aparat harus bersepeda. Bersepeda adalah Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai. Ini nilai-nilai yang harus kita hidupkan bersama,” ujarnya.

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah pencanangan Gerakan Bersih-Bersih Selokan, Drainase, dan Saluran Air. Gerakan ini mengajak masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, serta tokoh masyarakat untuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.

Bupati mengingatkan bahwa banjir tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga perilaku masyarakat yang kurang menjaga kebersihan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air sehingga memicu luapan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Jangan sampai hujan yang selama ini kita harapkan justru menjadi musibah. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sementara selokan dan saluran air tersumbat sampah, akhirnya air meluap dan menimbulkan banjir,” tegasnya.

Ia menyebut banjir dapat mengganggu aktivitas ekonomi, merusak jalan, merendam rumah warga, hingga menggenangi lahan pertanian. Karena itu, camat dan kepala desa diminta tanggap terhadap laporan masyarakat, terutama terkait saluran air rusak, tanggul rawan, dan infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Selain persoalan lingkungan, kegiatan Jumat Bersepeda juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.

0 Komentar