Polres Kuningan Bantu Korban Puting Beliung di Mekarsari, Salurkan Material Bangunan dan Pengobatan Gratis

Ist 
PEDULI: Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama bersama jajarannya menyalurkan bantuan, pengobatan gratis, serta bergotong royong membersihkan puing rumah warga terdampak puting beliung di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Jumat (30/10).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Polres Kuningan turun langsung membantu warga Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, yang rumahnya rusak akibat terjangan angin puting beliung. Tak hanya menyalurkan bantuan bahan bangunan dan layanan pengobatan gratis, personel kepolisian juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan untuk meringankan beban warga pascabencana.

Kehadiran jajaran Polres Kuningan tersebut menjadi bentuk kepedulian, sekaligus dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Bantuan material diharapkan dapat membantu warga memperbaiki rumah, sedangkan pengobatan gratis diberikan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat pascabencana.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari bencana hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang Desa Mekarsari pada Kamis (29/10) sore.

Baca Juga:Polres Kuningan Ungkap 9 Kasus, Amankan 16 TersangkaPolisi Sita 1.708 Botol Miras, Kapolres Kuningan Tegaskan Ormas Dilarang Sweeping

Menurutnya, setelah menerima informasi kejadian, Polres Kuningan langsung menerjunkan tim awal untuk melakukan penanganan. Selanjutnya, Kapolres bersama jajarannya meninjau langsung kondisi masyarakat dan rumah-rumah yang terdampak.

“Kemarin sore terjadi hujan deras yang disertai angin puting beliung hingga menyebabkan rumah warga rusak. Tim awal sudah kami terjunkan, kemudian hari ini kami meninjau langsung ke lokasi. Sebagai wujud kepedulian Polri, kami hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya, Jumat (30/10).

Ia berharap, bantuan bahan bangunan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses perbaikan rumah yang mengalami kerusakan. Kehadiran kepolisian tidak sebatas menyerahkan bantuan material, namun terlibat membersihkan puing-puing bangunan menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dengan warga terdampak.

“Bagi kami, membantu masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Kami ingin hadir langsung, bergotong royong dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan serta dapat segera bangkit kembali,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Mekarsari, Carwan mengungkapkan, bahwa bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 80 rumah warga yang tersebar di tiga dusun. Dari jumlah tersebut, sekitar tujuh rumah mengalami kerusakan berat, dengan dampak paling parah berada di Dusun I Kadatuan.

“Itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ketika hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang kawasan permukiman. Terjangan angin menyebabkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera,” katanya. (ags)

0 Komentar