RADARCIREBON.ID–Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Kamis (29/10) sore. Terjangan angin tersebut merusak sekitar 80 rumah dan bangunan milik warga, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp500 juta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan mencatat, dampak bencana tersebar di lima titik wilayah yakni Desa Mekarsari, Buniasih, Karangtengah, Maleber, serta jalur penghubung menuju Desa Cipakem. Kerugian material sementara ditaksir mencapai ratusan juta.
Dari sejumlah wilayah terdampak, Desa Mekarsari menjadi lokasi dengan kerusakan paling banyak. Hasil assessment sementara BPBD mencatat sebanyak 62 rumah warga mengalami kerusakan.
Baca Juga:Polres Kuningan Ungkap 9 Kasus, Amankan 16 TersangkaPolisi Sita 1.708 Botol Miras, Kapolres Kuningan Tegaskan Ormas Dilarang Sweeping
Rinciannya, enam rumah rusak berat, 23 rusak sedang, dan 33 lainnya rusak ringan. Selain rumah warga, satu unit warung dan satu gudang di desa tersebut juga mengalami kerusakan kategori sedang.
Dampak serupa terjadi di Desa Buniasih dengan 15 rumah terdampak, terdiri dari dua rumah rusak berat dan 13 rusak ringan. Sementara di Dusun Tarikolot, Desa Maleber, tercatat dua rumah mengalami kerusakan, masing-masing satu rusak berat dan satu rusak ringan. Adapun di Desa Karangtengah terdapat satu rumah yang turut terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana mengungkapkan, pendataan tersebut masih bersifat sementara dan petugas terus melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan seluruh dampak kerusakan.
“Secara keseluruhan, hasil assessment sementara mencatat sekitar 80 unit rumah mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin puting beliung di Kecamatan Maleber. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta,” ungkapnya, Jumat (30/10).
Meski menyebabkan kerusakan cukup luas, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, sejumlah keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat terpaksa dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat maupun tetangga terdekat.
“Alhamdulillah, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, beberapa keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat terpaksa diungsikan sementara,” ujarnya.
Sejak menerima laporan kejadian, BPBD bersama unsur TNI, Polri, PLN, aparat pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Fokus utama petugas adalah memastikan keselamatan warga terdampak, mengevakuasi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, serta memulihkan akses jalan yang sempat terganggu akibat pohon tumbang.
