Angin Kencang di Maleber Kabupaten Kuningan, 75 Rumah Rusak, 289 Warga Terdampak

Ist 
TERDAMPAK: Hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan menyebabkan 75 rumah mengalami kerusakan.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Bencana tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang dan merusak puluhan rumah warga di Desa Maleber, Mekarsari, dan Buniasih.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan, bahwa dampak bencana tersebut cukup luas. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 75 kepala keluarga (KK) atau 289 jiwa terdampak.

Dari jumlah tersebut, dua KK dengan total delapan jiwa terpaksa mengungsi akibat kondisi rumah yang terdampak. “Korban jiwa dalam kejadian ini nihil. Namun, terdapat 75 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi,” jelasnya, kemarin (1/11).

Baca Juga:Puting Beliung di Maleber Rusak 80 Rumah, Kerugian Material Ditaksir Mencapai Rp500 JutaJumat Bersepeda, Bupati Dian Canangkan Gerakan Bersih Saluran Air

Dari total rumah terdampak, enam unit mengalami rusak berat, empat unit rusak sedang, dan 65 unit rusak ringan. Selain permukiman warga, satu fasilitas umum berupa bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga mengalami kerusakan kategori sedang.

Salah satu kerusakan terjadi pada rumah milik Anta Suanta (52), warga setempat. Sebatang pohon mangga tumbang dan menimpa bagian atap ruang tamu rumahnya hingga mengalami kerusakan. Pohon tersebut memiliki tinggi sekitar tujuh meter dengan diameter 70 sentimeter, sementara bagian bangunan yang terdampak berukuran sekitar 3 x 4 meter.

Pohon tumbang juga menimpa kandang ayam milik warga. Pohon petai dan mangga yang roboh mengakibatkan kerusakan pada bagian atap kandang.

Dampak lainnya terjadi pada akses jalan akibat tumbangnya pohon trembesi berukuran besar. Pohon dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter dua meter tersebut menutup badan jalan sehingga sempat tidak dapat dilalui kendaraan.

Merespons kejadian itu, BPBD Kuningan bersama aparat desa, kecamatan, TNI, Polri, serta Dinas PUTR langsung melakukan penanganan darurat. Tim assessment dan tim penanganan BPBD diterjunkan untuk mendata kerusakan sekaligus membantu proses evakuasi material pohon tumbang.

Penanganan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat. Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas mulai melakukan pemangkasan dan pembersihan material pohon yang menutup akses jalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sehingga jalur yang sebelumnya tertutup total kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Pembersihan pohon tumbang dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat. Akses jalan yang sempat tertutup kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan,” ungkap Indra.

0 Komentar