RADARCIREBON.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mulai memetakan sejumlah titik rawan banjir dan genangan menjelang musim hujan. Langkah antisipasi dilakukan melalui pemeriksaan peralatan kebencanaan, pemantauan sungai, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Tiga kecamatan menjadi perhatian, yakni Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk. Ancaman banjir di wilayah tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari aliran air dari wilayah hulu hingga pasang air laut atau rob di kawasan pesisir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Eko Kuswantoro, mengatakan pihaknya telah memeriksa kesiapan peralatan untuk penanganan bencana. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan.
Baca Juga:KKNMAs Rancang Peta Jalan 2026–2028: Dari Penguatan Wilayah hingga Ekspansi KKN InternasionalAncaman Banjir Mengintai di Akhir Tahun, BPBD Cirebon Siaga Bencana Hidrometeorologi
“Peralatan untuk penanganan kebencanaan sudah kami cek dan dalam kondisi siap,” ujar Eko, belum lama ini.
Selain memastikan kesiapan peralatan, BPBD juga menjadwalkan pemantauan sejumlah sungai dan titik yang berpotensi memicu banjir. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung mulai pekan ini hingga pekan depan untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan penanganan prioritas.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi aliran sungai sekaligus mengantisipasi potensi luapan saat hujan berintensitas tinggi. Hasil pemetaan nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan di wilayah rawan.
BPBD juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Upaya penanganan saluran air dan normalisasi sungai oleh instansi terkait diharapkan dapat mengurangi risiko genangan maupun banjir.
Menurut Eko, potensi banjir di Kota Cirebon tidak hanya dipengaruhi curah hujan di wilayah setempat. Aliran air dari hulu sungai yang berada di luar wilayah administrasi kota juga dapat meningkatkan debit air yang masuk ke kawasan perkotaan.
Ketika debit sungai meningkat bersamaan dengan pasang air laut, aliran menuju laut berpotensi terhambat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan air meluap ke daratan, terutama di kawasan yang memiliki risiko genangan.
Lemahwungkuk menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai karena faktor aliran sungai dan pasang laut. Sementara itu, Harjamukti dan Kesambi juga masuk dalam pemetaan wilayah rawan banjir.
