Di sisi lain, Dian menegaskan bahwa perundungan bukan persoalan sepele yang dapat dianggap sebagai kenakalan biasa. Tindakan tersebut bisa meninggalkan luka fisik maupun trauma psikologis yang berdampak panjang terhadap perkembangan anak.
Ia bahkan menceritakan pengalaman keluarganya ketika seorang keponakan mengalami perundungan saat duduk di bangku SMP hingga kehilangan semangat untuk bersekolah.
Menurutnya, penanganan bullying harus dilakukan secara menyeluruh melalui pencegahan, edukasi, perlindungan korban, serta pembinaan terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.
Baca Juga:Puting Beliung di Maleber Rusak 80 Rumah, Kerugian Material Ditaksir Mencapai Rp500 JutaJumat Bersepeda, Bupati Dian Canangkan Gerakan Bersih Saluran Air
“Harus ada langkah-langkah konstruktif yang menyeluruh sehingga ini tidak terjadi lagi. Salah satunya melalui media film,” tegasnya.
Ia juga menekankan keberhasilan film tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton, melainkan dari kemampuannya mengubah pola pikir dan perilaku generasi muda agar tidak melakukan perundungan.
Sementara itu, Kang Heru Rusyamsi Arianatareja SPsi menjelaskan, film tersebut berangkat dari kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda. Selain bullying, cerita film juga mengangkat kenakalan remaja hingga penyalahgunaan narkotika.
Heru mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, dan lingkungan sosial untuk bersama-sama memperkuat perlindungan anak. Sebab, intimidasi serta kekerasan verbal maupun fisik dapat meninggalkan luka mendalam bagi korban.
Melalui Kuda Putih Picture, film ini ditargetkan menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Produksi tersebut juga diharapkan mendorong gerakan nyata, termasuk pembentukan satuan tugas (Satgas) Antibullying di berbagai wilayah.
Pesan utama film ini adalah anak-anak yang mengalami perundungan bukanlah musuh yang harus dijauhi. Mereka membutuhkan sahabat, perlindungan, dan lingkungan aman agar dapat tumbuh serta berkembang secara optimal. (ags)
