RADARCIREBON.ID– Kabupaten Kuningan mendapat kesempatan menjadi salah satu lokasi produksi film layar lebar nasional berjudul Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu. Film produksi Kuda Putih Picture tersebut mengangkat persoalan perundungan (bullying) di kalangan anak dan remaja sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kabupaten Kuningan.
Dukungan terhadap produksi film tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi saat menghadiri tasyakuran dan pembukaan produksi film yang dirangkaikan dengan Kampanye Nasional Stop Bullying di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PT Djayakarta Tekad Sejahtera bersama Kuda Putih Picture itu turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Drs H Ucu Suryana MSi serta sejumlah undangan lainnya.
Baca Juga:Puting Beliung di Maleber Rusak 80 Rumah, Kerugian Material Ditaksir Mencapai Rp500 JutaJumat Bersepeda, Bupati Dian Canangkan Gerakan Bersih Saluran Air
Dian mengapresiasi Kang Heru Rusyamsi Arianatareja SPsi yang menjadi salah satu inisiator dan penggagas film tersebut. Menurutnya, produksi film ini memiliki dua misi penting, yakni memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bahaya perundungan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Ia menilai film menjadi media komunikasi universal yang mampu menyampaikan pesan secara efektif, terutama kepada anak-anak dan remaja yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi.
“Bagi kami ini tidak sekadar hiburan, tetapi pertama sebagai media edukasi kepada anak-anak kita yang sekarang tumbuh dalam situasi global yang luar biasa. Kedua, sebagai media untuk memperkenalkan potensi Kuningan,” ungkapnya.
Dian mencontohkan keberhasilan film Laskar Pelangi yang diadaptasi dari karya Andrea Hirata dalam memperkenalkan Belitung kepada masyarakat luas. Ia berharap Kuningan juga dapat dikenal melalui karya perfilman nasional.
Terlebih, Kuningan memiliki bentang alam dan kekayaan budaya yang potensial diangkat ke layar lebar. Mulai dari kawasan Gunung Ciremai, udara pegunungan yang sejuk, hingga berbagai destinasi wisata dan situs bersejarah.
Pemerintah daerah pun mempersilakan tim produksi memanfaatkan sejumlah ikon wisata sebagai lokasi pengambilan gambar. Di antaranya Gedung Perundingan Linggarjati, Waduk Darma, dan Situ Cicerem.
Dian berharap keterlibatan Kuningan dalam produksi film tersebut dapat memperluas promosi pariwisata sekaligus membuka peluang kerja sama dengan industri kreatif.
