Jokowi Irit Bicara soal Listyo, Jadi Saksi Sidang dengan Terdakwa Roy Suryo

TUNJUKKAN IJAZAH
TUNJUKKAN IJAZAH: Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menunjukkan ijazah S1 pada sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Pada sidang itu, Jokowi keberatan ketika dicecar tim hukum Roy Suryo soal pengangkatan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. FOTO: RICARDO/JPNN
0 Komentar

PERLIHATKAN IJAZAH

Jokowi sendiri memperlihatkan ijazahnya pada sidang tersebut. “Kalau diperkenankan saya mau menunjukan kepada pengunjung juga, Yang Mulia, karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA dan ijazah S1 saya,” kata Jokowi yang duduk di kursi saksi.

Momen tersebut langsung menyita perhatian pewarta dan pengunjung sidang karena selama ini keaslian ijazah sarjana mantan Wali Kota Surakarta itu menjadi polemik. Seusai menunjukkan ijazah kepada majelis hakim, Jokowi juga memperlihatkannya ke publik atau memperlihatkan ke arah kamera wartawan maupun pengunjung sidang. Roy Suryo sebagai terdakwa dan penasihat hukumnya juga turut memperhatikan ijazah yang dibawa Jokowi.

Masih pada persidangan itu, Jokowi membeberkan mengenai proses penyusunan skripsinya untuk memperoleh ijazah S1 dari Fakultas Kehitanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Jokowi, dirinya mengajukan proposal skripsi hingga tiga kali sebelum akhirnya disetujui dosen pembimbing. “Judul skripsi saya disetujui adalah Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta,” katanya.

Baca Juga:Istana: Listyo Cs Mengarah Makar, KSP Kini Dipegang Letjen TNI Aryo WindutomoBos Baru BUMD DIlantik, Cherbon Nagari Dikejar Target Setahun Cetak PAD, PDAM Siap Benahi Pelayanan

Jokowi menyebut ujian skripsinya berlangsung pada 23 Oktober 1985. Adapun dua dosen pengujinya saat itu adlah Insinyur Sofyan Warsito dan Insinyur P. Burhanuddin. Setelah menjalani ujian skripsi, Jokowi mengaku dinyatakan lulus dengan nilai A. Selanjutnya skripsi itu mengalami sedikit revisi, lalu dicetak di Percetakan Perdana.

Jokowi menjelaskan bagian sampul dan lembar pengesahan dicetak oleh percetakan tersebut, sedangkan halaman lainnya dibuat dengan ketikan manual. Dia juga membantah anggapan tentang penggunaan font atau jenis huruf Times New Roman pada sampul skripsinya merupakan kejanggalan.

“Nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa, bukan hanya skripsi saya saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi dalam kesaksiannya juga mempersoalkan pernyataan Roy Suryo mengenai dugaan penggunaan istilah tesis dalam dokumen skripsinya. Jokowi menegaskan tidak ada tulisan tesis dalam skripsi maupun lembar pengesahan yang dimilikinya. “Tulisan di skripsi saya juga skripsi. Di lembar pengesahan juga skripsi, gak ada tulisan tesis,” ucapnya.

0 Komentar