Setelah menjalani ujian skripsi, Jokowi kemudian mengikuti wisuda bersama lulusan dari seluruh fakultas di UGM pada 19 November 1985. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta. Jokowi mengatakan ada 14 mahasiswa dari Fakultas Kehutanan yang mengikuti wisuda pada kesempatan tersebut.
Namun, ia menyebut dirinya berada pada urutan ke-12 dari daftar yang diingatnya. Dalam pemeriksaan lanjutan, jaksa kemudian menanyakan waktu penyerahan ijazah S1 kepada Jokowi setelah prosesi wisuda. Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa ijazahnya diterbitkan pada 5 November 1985.
Adapun dua pejabat UGM yang menandatangani dokumen tersebut, yakni Rektor UGM saat itu dan Dekan Fakultas Kehutanan. Jaksa selanjutnya memastikan bahwa ijazah S1 yang sebelumnya diperlihatkan dalam persidangan merupakan dokumen milik Jokowi. “Betul, Yang Mulia,” Jokowi.
Baca Juga:Istana: Listyo Cs Mengarah Makar, KSP Kini Dipegang Letjen TNI Aryo WindutomoBos Baru BUMD DIlantik, Cherbon Nagari Dikejar Target Setahun Cetak PAD, PDAM Siap Benahi Pelayanan
Lebih lanjut, jaksa juga mendalami foto yang tercantum pada ijazah tersebut dengan menanyakan apakah itu merupakan foto Jokowi atau foto seseorang bernama Dumatno Budi Utomo. Jokowi menegaskan bahwa foto yang terpasang pada ijazah tersebut merupakan foto dirinya. “Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?” jawabnya.
Masih pada kesempatan sidang itu, Jokowi juga mengungkap awal mula dirinya melaporkan dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya atau PMJ. Ia menyampaikan bahwa laporan tersebut dibuat pada 30 April 2025. Namun, dalam laporan itu, Jokowi mengaku tak mencantumkan nama-nama pihak yang dilaporkan. “Yang saya laporkan adalah kronologi peristiwa,” kata Jokowi saat menjawab pertanyaan JPU.
Ia lalu menceritakan peristiwa yang membuat dirinya mengambil langkah hukum tersebut. Dia mengatakan pada 20 Maret 2025 saat berada di dalam mobil di sekitar Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Selatan, ajudannya memperlihatkan video dan unggahan terkait tuduhan ijazah palsu. “Ditunjukkan ajudan saya video dan unggahan yang berkaitan dengan tuduhan ijazah palsu,” ujarnya.
Setelah melihat unggahan tersebut, Jokowi mengaku meminta ajudannya berkonsultasi dengan penasihat hukum. Dia juga mengundang tim penasihat hukumnya ke Solo untuk membahas tuduhan tersebut sekaligus menyiapkan bukti-bukti. Jokowi menyebut tuduhan mengenai ijazah palsu sebenarnya sudah muncul sejak 2020 dan makin ramai pada 2024 hingga 2025.
