RADARCIREBON.ID – Pengadilan Agama (PA) Kuningan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan memperkuat kompetensi aparatur. Salah satunya melalui pelatihan service excellence atau pelayanan prima yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kuningan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari hakim, pegawai, hingga petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pelatihan ini bertujuan membangun budaya pelayanan peradilan yang profesional, ramah, cepat, dan berintegritas.
Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik menghadapi kebutuhan masyarakat. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi efektif, sikap profesional, ketepatan prosedur, serta kemampuan memberikan pelayanan secara cepat dan responsif.
Baca Juga:Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Winduhaji, Kerugian Ditaksir Rp104 JutaCegah Bullying di Madrasah, MAN 2 Kota Cirebon Jadi Pelopor Madrasah Ramah Anak
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilengkapi simulasi dan diskusi interaktif. Sejumlah persoalan yang kerap dihadapi petugas PTSP dibahas agar aparatur lebih siap menghadapi berbagai situasi pelayanan secara langsung.
Ketua PA Kuningan, Syafruddin, menegaskan bahwa pelayanan prima harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur, bukan sekadar slogan atau formalitas kelembagaan.
Menurutnya, masyarakat yang datang ke pengadilan sering kali sedang menghadapi persoalan hukum dan membutuhkan kepastian. Karena itu, keramahan petugas, kejelasan informasi, serta kecepatan proses menjadi aspek penting dalam memberikan pelayanan.
“Pencari keadilan yang datang ke pengadilan sering kali dalam kondisi cemas dan membutuhkan kepastian. Sikap ramah, informasi yang jelas, dan proses yang cepat akan sangat membantu mereka,” ujarnya.
Syafruddin mengapresiasi dukungan BSI Kuningan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan oleh seluruh jajaran sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin humanis tanpa mengesampingkan profesionalisme dan integritas.
Sementara itu, perwakilan BSI Kuningan yang menjadi pemateri menyampaikan bahwa prinsip pelayanan prima sejalan dengan nilai-nilai syariah, terutama amanah, profesionalisme, dan komitmen mengutamakan kepuasan masyarakat.
“Kami senang dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam melayani masyarakat. Semoga ilmu ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas layanan di PA Kuningan,” ungkapnya.
Baca Juga:BPS Ungkap Garis Kemiskinan Kota Cirebon Rp571 Ribu per Kapita, 28 Ribu Warga Masih MiskinCakra Kritik Pola Komunikasi Eksekutif: Sebagai Mitra Kerja, DPRD Kecewa Tak Diundang Pelantikan Direksi BUMD
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PA Kuningan memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
