RADARCIREBON.ID – Industri genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, berpeluang kembali berjaya. Program gentengisasi yang digagas pemerintah pusat menjadi momentum untuk membangkitkan industri lokal yang sempat mengalami penurunan omzet.
Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Dr Drs Herman Suryatman MSi. Ia menilai meningkatnya kebutuhan genteng melalui program pemerintah dapat membuka pasar lebih luas bagi para perajin di Majalengka.
Melalui unggahan media sosial pada 6 Agustus 2026, Herman membagikan pengalamannya saat mengunjungi salah satu perusahaan genteng di Majalengka, yakni Perusahaan Genteng Abadi. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti keberadaan cerobong asap yang menjadi saksi sejarah kejayaan industri genteng Jatiwangi.
Baca Juga:Pasar Jatitujuh dan Cigasong Direvitalisasi Tahun 2027, Total Anggaran Rp55 MiliarPengadilan Agama Kuningan Perkuat Pelayanan Prima
Menurut Herman, genteng Jatiwangi dahulu dikenal luas hingga berbagai daerah di Nusantara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, industri tersebut menghadapi tantangan yang berdampak pada penurunan omzet para perajin.
Kini, program gentengisasi pemerintah dinilai menjadi peluang untuk menghidupkan kembali industri tersebut. Bahkan, Majalengka dipersiapkan menjadi salah satu pemasok kebutuhan genteng untuk program perbaikan rumah di Jawa Barat.
“Setelah ada program gentengisasi dari Bapak Presiden, Jatiwangi mulai bergairah kembali. Ini momentum yang sangat bagus untuk mengembalikan kejayaan genteng Jatiwangi,” ungkap Herman.
Ia menyebutkan, pada Minggu (8/11/2026), direncanakan peluncuran distribusi 2,4 juta genteng atau setara dengan 600 truk dari Majalengka menuju 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Jutaan genteng tersebut akan digunakan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta rehabilitasi rumah melalui dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Kebangkitan industri genteng Jatiwangi juga didukung pembinaan terhadap pelaku usaha dan perajin lokal.
Herman menjelaskan, sedikitnya 45 perajin genteng telah mendapatkan pembinaan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Baca Juga:Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Winduhaji, Kerugian Ditaksir Rp104 JutaCegah Bullying di Madrasah, MAN 2 Kota Cirebon Jadi Pelopor Madrasah Ramah Anak
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 perajin telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara 11 perajin lainnya dinyatakan lulus uji keandalan produk.
Menurut Herman, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing genteng Jatiwangi sekaligus memperluas akses pasar, terutama dalam memenuhi kebutuhan material pembangunan dan rehabilitasi rumah.
