Yuningsih melihat saat ini Pemda seperti latah dengan PSBB. “Memang ini sudah perintah dari gubernur, tetapi saya juga minta jangan latah. Maksudnya jangan hanya PSBB, namun inti dari pelaksanaan PSBB menekan Covid-19 tak bisa dilaksanakan. Kan sama saja bohong. Ingat dengan PSBB banyak yang dikorbankan, termasuk dunia ekonomi. Kalau memang harus dilaksanakan, dipastikan PSBB untuk menekan Covid-19. Semoga cukup sekali saja (tak diperpanjang, red) dan mudah-mudahan bisa efektif menekan penyebaran virus corona atau Covid-19,” kata Yuningsih.
PSBB skala Jawa Barat sudah disetujui Menkes Terawan Agus Putranto pada Jumat (1/5). Gubernur Ridwan Kamil kemudian mengatakan PSBB Jawa Barat dimulai Rabu (6/5). Dihitung masa inkubasi virus terpanjang, maka akan berlangsung sampai 19 Mei.
Perlu diketahui, saat ini sudah ada 10 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menerapkan PSBB. Yakni Bodebek (Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Depok) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang). PSBB Bodebek diketahui diperpanjang hingga 12 Mei, sementara PSBB Bandung Raya akan berakhir 5 Mei.
Tapi dengan keputusan PSBB Jabar, dipastikan PSBB Bodebek dan Bandung Raya akan mengikuti masa terpanjang PSBB Provinsi Jawa Barat. “Sekarang sudah 10 kabupaten/kota yang sudah PSBB, 17 kabupaten kota lainnya akan menyusul PSBB,” ujar Ridwan Kamil, Jumat (1/5).
Menurutnya, PSBB Jabar berada pada momen yang pas karena saat ini tren penularan sedang menurun sebagai dampak positif PSBB di berbagai kawasan seperti DKI Jakarta, Bodebek, Bandung Raya, serta kawasan lain di Pulau Jawa. Lompatan kasus akibat kasus positif impor (imported case) karena hilir mudik warga yang mudik dari zona merah saat ini sedang menurun. Ditambah semangat warga, khususnya Jabar, tren kedisiplinannya sedang bagus.
Gubernur berharap semua pihak menyukseskan PSBB skala Jawa Barat untuk mempercepat penanganan Covid-19. “Kami berharap dengan PSBB Provinsi yang akan dimulai hari Rabu depan (6/5), maka warga Jabar bisa seirama, bisa satu gerakan, satu komandao, penguncian wilayah, sehingga tren yang turun ini bisa kita maintain,” harapnya. (azs/den)