Bawaslu dan Perpustakaan S16 Luncurkan Pojok Pengawasan Literasi Demokrasi

Bawaslu Indramayu
PELUNCURAN: Bawaslu Indramayu bersama Perpustakaan S16 meluncurkan Pojok Pengawasan Literasi Demokrasi di Perpustakaan S16 Desa Lewigede, Kecamatan Widasari, belum lama ini. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Upaya membangun demokrasi yang sehat dan partisipatif terus diperkuat Bawaslu Kabupaten Indramayu melalui pendekatan literasi berbasis komunitas. Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Indramayu dan Perpustakaan S16 sekaligus peluncuran Pojok Pengawasan Literasi Demokrasi yang berlangsung di Aula Perpustakaan S16, Desa Lewigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

Kepala Pengelolaan Perpustakaan S16, Ahmad Khoeri menyampaikan, kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Menurutnya, literasi harus mampu menjadi kekuatan sosial untuk membangun kesadaran demokrasi yang sehat.

“Kami siap berkolaborasi dalam pengawasan dan membangun kesadaran literasi demokrasi di masyarakat melalui berbagai program bersama. Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana masyarakat mampu berpikir kritis dan sadar terhadap kehidupan demokrasi,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga:Tingkatkan Sinergitas, Kodim Indramayu Bersama Damkar Indramayu Gelar Latihan BersamaKomitmen Hadirkan Pelayanan Ramah Lansia, RSUD dan Komisi II DPRD Indramayu Raih Penghargaan dari LLI Jabar

Penasihat Perpustakaan S16, Tahapi Dulkarim menekankan pentingnya nilai spiritual dan moral dalam setiap gerakan sosial yang dilakukan demi kepentingan masyarakat luas.

“Kebaikan harus selalu dibarengi dengan niat, usaha, dan doa kepada Allah SWT. Apalagi ketika berbicara tentang kehidupan orang banyak, maka kita harus hadir menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.

Kegiatan yang dihadiri berbagai unsur masyarakat, pegiat literasi, dan jajaran Bawaslu tersebut menghadirkan lima pembicara yang menyampaikan pentingnya membangun kesadaran demokrasi melalui pendidikan literasi masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Ahmad Tabroni menjelaskan, tantangan demokrasi saat ini bukan hanya persoalan teknis Pemilu, tetapi juga berkaitan dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap demokrasi itu sendiri. Pojok Pengawasan Literasi Demokrasi diharapkan mampu menjadi ruang edukasi publik yang dekat dengan masyarakat dan berkelanjutan.

“Literasi menjadi kunci penting agar masyarakat tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memahami makna dari setiap pilihan politiknya. Di tengah derasnya arus informasi digital dan hoaks politik, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi yang kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Indramayu, Supriadi, menyoroti masih adanya pragmatisme pemilih yang menjadi tantangan dalam demokrasi.

0 Komentar