RADARCIREBON.ID – Pertandingan El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League musim 2025/2026 pada 10 Mei 2026 jadi pusat perhatian.
Seluruh mata tertuju pada duel klub musuh bebuyutan itu. Bahkan, pertemuan kali ini jadi penentu bagi Persija dan Persib dalam perburuan gelar juara Super League musim 2025/2026.
Sayangnya, Polres Cirebon Kota (Ciko) memutuskan melarang seluruh kegiatan nonton bareng (nobar) di wilayah hukumnya.
Baca Juga:Thirty Six Band, Band Pelajar Cirebon yang Tembus Kompetisi NasionalMenteri ATR/BPN RI Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf Gedung PCNU Indramayu
Kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi bentrokan antarpendukung kedua klub yang selama ini dikenal memiliki rivalitas kuat.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menegaskan, pihaknya tidak memberikan izin penyelenggaraan nobar, baik untuk pendukung Persib maupun Persija.
“Iya benar, untuk Polres Cirebon Kota, tidak mengeluarkan izin untuk nobar, baik itu Persib maupun Persija,” tegasnya saat diwawancarai di Gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Terutama setelah adanya insiden yang nyaris memicu bentrokan antarsuporter pada pertandingan sebelumnya.
AKBP Eko menjelaskan, ketegangan sempat terjadi antara dua kelompok pendukung di kawasan flyover Pegambiran, Kota Cirebon.
“Pada saat pertandingan terakhir Persib dan Persija, ada dua kubu yang hampir bentrok di flyover. Oleh karena pertimbangan tersebut, kita tidak menghendaki adanya kejadian-kejadian seperti ini lagi,” katanya.
Baca Juga:PTGMI Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Workshop Kegawatdaruratan Kesehatan Gigi Angkatan 2Warga Perumahan Pondok Mutiara Desa Tegalsari, Plered, Gelar Halalbihalal
Meski melarang kegiatan nobar, AKBP Eko menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak bersikap anti terhadap sepak bola. Kebijakan tersebut semata-mata dilakukan demi menjaga situasi Kota Cirebon tetap aman dan kondusif selama pertandingan berlangsung.
“Kita tidak anti bola, sekali lagi kita tidak anti bola! Namun apabila memang menurut penilaian kita ada hal-hal yang harus diantisipasi supaya tidak terjadi bentrokan dua kubu suporter, maka kita mengimbau tidak ada nobar di kafe-kafe,” jelasnya.
Kapolres juga membantah isu mengenai adanya kelompok tertentu yang disebut mendapat izin khusus untuk mengadakan nobar. Ia memastikan seluruh suporter diperlakukan sama tanpa pengecualian.
“Oh, tidak, tidak! Semuanya tidak kita izinkan. Ini kita terapkan asas keadilan juga,” tegasnya.
