CORONA virus disease (Covid-19) membuat perekonomian para pekerja dan pencari nafkah down. Bahkan sebagian kebingungan untuk mencari penghasilan guna bertahan hidup.
Kepada Radar, seorang security atau satpam, Yoga Adtya menuturkan, saat wabah pandemi Covid-19 mau tidak mau harus menelan pahit. Ia yang masih bekerja sebagai karyawan outsourcing harus bekerja paruh waktu.
“Yang karyawan tetap work from home. Saya yang masih kontrak dalam sebulan kerjanya tidak full, gaji pun kena potongan 50 persen. Ya, sudahlah mau bagaimana lagi daripada kena PHK,”ungkap Yoga kepada Radar, Kemarin.
Yoga harus berjuang hidup untuk mencari nafkah lain. Di hari libur, digunakan Yoga untuk berjualan sayuran keliling. “Demi bertahan hidup ya akhirnya saya putar otak buat jualan sayur. Kalau enggak begitu ya enggak bisa makan. Apalagi ada anak dan istri,”tuturnya.
Sementara itu, Irawan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Cirebon. Ia yang berprofesi sebagai pedagang ketoprak di Jakarta, kini pendapatannya menurun setelah “jaga jarak” digaungkan.
“Sudah pasti. Pokoknya turun drastis banget. Kalau enggak ada Corona ya alhamdulillah. Tapi saat pandemi sama sekali tidak ada penghasilan. Saat itu mau pulang ke Cirebon tidak boleh. Pas boleh pulang ada persyaratannya bikin ini itu, ditambah harus karantina mandiri,” keluhnya.
Selain soal pendapatan, perhitungan living cost (biaya kehidupan) ke depan menjadi sebab kembali ke kampung halaman. “Kalau lama-lama di sana ngapain juga. Kita di sana terkatung-katung. Meski ada bantuan sembako kan nggak seberapa. Tapi rencananya setelah AKB mau balik lagi ke sana (Jakarta) karena teman-teman juga sudah pada balik lagi. Daripada di sini saya nganggur juga. Di sana saya berjualan sudah banyak langgan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang PNS yang kala itu menerapkan aturan work from home (WFH), Novi, mengaku menjadikannya keberkahan sendiri. Dia tak mau menyia-nyiakan waktu dengan kembali menekuni hobinya seperti memasak dan berkebun.
Karenanya dia kebanjiran orderan makanan dari teman-temannya melalui jasa gosend ojol (ojek online). “Ya Allhamdulillah, hobby is hoki. Saya gunakan waktu sebaik mungkin. Kalau lagi luang saya memasak. Kemudian saya tawarkan lewat sosmed, dan teman- teman merespons baik. Saya juga menekuni hobi berkebun,” terangnya. (via)
Demi Bertahan Hidup, Rela Lakukan Apa Saja
