15 Hektare Sawah di Darma Diserang Hama Tikus, Pemda Turun Tangan

Hama Tikus di Darma
Pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus serentak dalam satu hamparan agar efektif menekan populasi.
0 Komentar

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat menghadapi ancaman serangan hama tikus yang berpotensi menurunkan produksi padi di sejumlah sentra pertanian. Melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), sebanyak 15 hektare lahan sawah berhasil ditangani guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Serangan tikus sawah memang menjadi momok bagi petani. Hama ini dikenal memiliki tingkat reproduksi tinggi, adaptif terhadap lingkungan, serta menyerang tanaman padi secara sistematis sejak fase persemaian hingga menjelang panen. Dalam kondisi populasi tinggi, serangan tikus bahkan dapat menyebabkan gagal panen atau puso.

Merespons laporan petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan langsung turun ke lapangan dengan menggelar Gerdal OPT di areal persawahan Kelompok Tani Tunas Mandiri 1, Desa Bakom, Kecamatan Darma.

Baca Juga:Pemkab Majalengka Mulai Menata Kabel Udara, Bupati Eman Dorong Kota Lebih Rapi Majalengka Gandeng SEAMEO CECCEP, Perkuat PAUD melalui Kolaborasi Global

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Diskatan Kuningan Dr Wahyu Hidayah bersama tim Brigade Proteksi Tanaman, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petani setempat.

“Serangan tikus merupakan ancaman nyata bagi produksi pangan. Pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus serentak dalam satu hamparan agar efektif menekan populasi,” ujarnya, Kamis (16/4).

Ia menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk respons konkret pemerintah daerah terhadap setiap laporan yang masuk dari petani.

“Setiap aduan langsung kami tindak lanjuti. Tim turun melakukan identifikasi sekaligus aksi pengendalian. Ini bagian dari upaya menjaga produksi tetap aman,” tegasnya.

Selain melakukan pengendalian di lapangan, kegiatan juga diisi dengan edukasi kepada petani mengenai karakteristik hama tikus, pola serangan, hingga strategi pengendalian terpadu yang efektif dan ramah lingkungan. Petani didorong melakukan langkah kolektif, mulai dari sanitasi lahan, pengemposan sarang, hingga penggunaan sarana pengendalian secara tepat.

Sebagai bentuk dukungan, Diskatan turut menyalurkan bantuan rodentisida untuk memperkuat pengendalian serentak di lahan terdampak. Bantuan ini diharapkan mampu menekan populasi tikus secara signifikan sekaligus mencegah meluasnya serangan.

“Kalau dilakukan serempak, siklus hidup tikus bisa diputus. Itu yang paling penting,” ujarnya.Para petani pun menyambut positif kehadiran pemerintah yang turun langsung ke lapangan. Langkah cepat tersebut dinilai memberi kepastian sekaligus meningkatkan semangat petani dalam menghadapi ancaman hama. (ags)

0 Komentar