“Iya, besok (hari ini, red) rapat Bamus. Sebelumnya telah dilaksanakan Rapim (Rapat Pimpinan), saya, Pak Ujang, Pak Dede dan Bu Kokom. Sama sekali saya tidak mau menghambat,” kata Nuzul.
Diakui Nuzul, saat keluar putusan BK, Senin (2/11) pekan lalu, ternyata akan langsung dilaksanakan rapat Bamus, sedangkan dia sendiri sebagai Ketua DPRD tidak mengetahuinya. Saat itu surat undangan ditandatangani Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra H Dede Ismail SIP MSi.
“Tapi waktu kemarin itu mau Bamus, kenapa saya marah. Karena ini seperti tidak beretika. Kita ini mau menegakkan etika, tapi tidak beretika. Masa selesai putusan BK jam 3 sore, jam setengah 5 mau Bamus, rame-rame. Berarti kan sudah direncanakan sebelumnya. Kemudian konon katanya malam itu juga mau langsung paripurna, ya jelas saya marah,” ucap Nuzul.
“Dan waktu itu saya tidak dikasih tahu. Kan saya ini masih ketua. Saya itu di-SK oleh Gubernur, maka diberhentikannya oleh Gubernur. Saya marah pada waktu itu, saya datang, dan mereka tidak menduga saya datang. Saya duduk, dan saya nanya kepada fraksi-fraksi, sampai hari ini, saya masih dianggap sebagai ketua dewan atau tidak? Jawabnya masih,” terang Nuzul. Dan saat itu pula menyatakan rapat Bamus illegal, karena surat tidak ditandatanganinya yang masih resmi sebagai ketua dewan.
Kenapa disebut illegal, kata Nuzul, karena dalam aturan, yang berhak menandatangani surat keluar adalah Ketua DPRD. Lain halnya jika ketua berhalangan hadir, sehingga memberikan mandat kepada pimpinan lain, bisa ke H Ujang Kosasih, H Dede Ismail, atau Hj Kokom Komariah.
“Tenggang waktunya kan masih panjang, 10 hari kerja, hingga tanggal 16 November,” ujarnya.
Untuk itu, beberapa hari lalu, Nuzul mengundang 3 pimpinan, Dede Ismail, Ujang Kosasih dan Kokom Komariyah untuk melakukan rapim terkait pelaksanaan agenda Bamus. Awalnya akan dilaksanakan di Solo Jawa Tengah, karena berbarengan agenda kunjungan kerja DPRD, sehingga sehari sebelum kunker itu, Zul, sapaan akrabnya, berinisiatif mengundang rapim agar tidak mengganggu agenda Kunker.
“Sehari sebelumnya, saya kontak-kontak, ayo kita kumpul pimpinan. Nah, dalam rapim itu, saya tegaskan, sama sekali saya tidak mau menghambat ini (rapat Bamus, red), sok kapan akan dilaksanakan. Hari Senin di Solo, hari Selasa masih dinas luar kan, akhirnya hari Rabu,” sebut Zul.