Jalur Mundu-Pamengkang Rusak Parah, Warga Kalijaga Cirebon Swadaya Perbaiki Jalan

GOTONG ROYONG
GOTONG ROYONG: Warga Blok Kalijaga, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, secara swadaya memperbaiki ruas Jalan Mundu-Pamengkang yang rusak parah, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Warga Blok Kalijaga, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, bergotong royong memperbaiki ruas Jalan Mundu-Pamengkang yang rusak parah.

Perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan material skriping sebagai langkah darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Ruas jalan yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten dan Kota Cirebon tersebut diketahui telah lama mengalami kerusakan.

Baca Juga:Peminat Warga Cirebon Bekerja ke Luar Negeri MeningkatTunggu Disetujui Pusat, Pemkot Usulkan 161 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2026

Banyaknya lubang besar di badan jalan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Ketua Forum Komunikasi dan Diskusi Warga Dusun 04 (Forwardus04) Kalijaga, Mulyono mengatakan, aksi gotong royong dilakukan karena warga khawatir kondisi jalan yang semakin rusak akan memicu lebih banyak kecelakaan.

“Kerusakan jalan sudah cukup lama terjadi dan sering menyebabkan pengguna jalan terjatuh. Karena itu warga berinisiatif melakukan pengurugan secara swadaya menggunakan material skriping,” ujar Mulyono.

Menurutnya, lubang-lubang yang tersebar di sepanjang ruas jalan memiliki ukuran cukup besar dan dalam. Kondisi tersebut semakin berbahaya saat malam hari maupun ketika hujan turun karena tertutup genangan air.

Jalan Mundu-Pamengkang merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Kabupaten Cirebon dengan Kota Cirebon.

Selain digunakan warga sekitar, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur mobilitas masyarakat untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.

Tingginya volume kendaraan yang melintas membuat kerusakan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas. Pengendara kerap harus mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindari lubang, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Baca Juga:Santri Al Hikmah Raih Perunggu di Kejuaraan Tapak SuciDPW HPAI Kota Cirebon Resmi Dilantik

Mulyono menjelaskan, perbaikan yang dilakukan warga hanya bersifat sementara. Ia menilai pengurugan menggunakan skriping tidak akan bertahan lama tanpa adanya perbaikan permanen dari pemerintah.

“Ini hanya langkah darurat. Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas PUTR Kabupaten Cirebon segera melakukan perbaikan permanen agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui,” katanya.

Ia juga mengaku hingga saat ini belum melihat adanya pekerjaan perbaikan dari pemerintah pada ruas jalan tersebut.

Padahal, kerusakan terus bertambah parah seiring tingginya intensitas kendaraan yang melintas setiap hari.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan tersebut. Selain menyangkut keselamatan pengguna jalan, keberadaan infrastruktur yang layak juga dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

0 Komentar