RADARCIREBON.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK IKMI Cirebon menggelar kegiatan pelestarian lingkungan pesisir melalui penanaman ratusan bibit mangrove dan aksi bersih-bersih pantai di kawasan RW 09 Kesunean Selatan, Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
Kegiatan mendapat dukungan dari pimpinan kampus, di antaranya Ketua STMIK IKMI Cirebon Dadang Sudrajat dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fatihanursari Dikananda. Sementara itu, Moh Ari Widoyono bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan dan Muhammad Ahsan Al-Harits sebagai ketua pelaksana.
Baca Juga:Peminat Warga Cirebon Bekerja ke Luar Negeri MeningkatTunggu Disetujui Pusat, Pemkot Usulkan 161 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2026
Aksi lingkungan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Generasi Energi Bersih (Gen B), komunitas binaan mitra strategis Institute for Essential Services Reform (IESR) yang bergerak di bidang transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Kolaborasi tersebut melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri atas dosen, perwakilan 12 organisasi mahasiswa (Ormawa), serta mahasiswa STMIK IKMI Cirebon.
Ketua Pelaksana Muhammad Ahsan Al-Harits mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
“Kegiatan ini merupakan wujud peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui kolaborasi dengan Gen B dan IESR, kami ingin membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selain aksi lingkungan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penghitungan jejak karbon melalui aplikasi kalkulator emisi. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dampak aktivitas sehari-hari terhadap lingkungan.
Pada kegiatan inti, seluruh peserta melakukan pembersihan sampah plastik di sepanjang garis pantai dan muara Sungai Kesunean Selatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah kiriman dari wilayah hulu.
Meski menghadapi kendala dalam proses pengangkutan sampah karena akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit, kegiatan tetap berjalan lancar. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara bertahap menuju lokasi penampungan.
Baca Juga:Santri Al Hikmah Raih Perunggu di Kejuaraan Tapak SuciDPW HPAI Kota Cirebon Resmi Dilantik
BEM STMIK IKMI Cirebon memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi seremonial semata. Sebagai tindak lanjut, pihak kampus bersama mahasiswa tengah menyiapkan program pemantauan dan perawatan kawasan secara berkelanjutan, termasuk menjajaki kerja sama dengan masyarakat setempat.
