Ahli Waris Dapat Rp15 Juta

0 Komentar

 
SUMBER – Pemerintah saat ini tengah memproses sejumlah ajuan dari daerah, terkait santunan untuk kasus yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut disampakan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Cirebon, H Eman Sulaeman.
Eman mengatakan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat, para ahli waris pasien yang meninggal akibat paparan Covid-19, bisa mengusulkan bantuan melalui Dinas Sosial (Dinsos).
“Saat ini, dari total jumlah kasus meninggal dunia, sudah kita usulkan sebanyak sekitar 15 persennya untuk diajukan sebagai penerima bantuan. Per ahli waris menerima Rp15 juta,” ujarnya kemarin.
Dikatakan Eman, saat ini, kasus meninggal akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Cirebon ada 171 orang. Dari jumlah tersebut, sejak periode Maret hingga Desember 2020, baru ada tiga ahli waris yang sudah menerima bantuan dari Kemensos tersebut.
“Di kita sudah ada yang dicairkan. Persyaratannya memang lumayan  banyak. Di sini ada tiga ahli aris yang sudah mendapat bantuan. Syarat pengusulannya harus mencantumkan nama ahli warisnya,” imbuhnya.
Bahkan, sambung H Eman, pihaknya saat ini sedang menunggu konfirmasi pengusulan bantuan bagi ahli waris korban yang meninggal akibat Covid-19. Meski baru tiga ahli waris, namun Kabupaten Cirebon adalah wilayah pertama dan satu-satunya yang bantuannya saat ini sudah dicairkan.
“Di Jawa Barat kita pertama yang sudah cair. Dan sepertinya baru satu-satunya di Jawa Barat yang sudah cair,” jelasnya.
Ia meminta para ahli waris yang mengusulkan bantuan untuk korban meninggal dunia akibat Covid-19, agar segera mengusulkan dengan melampirkan kelengkapan. Seperti dokumen yang menyatakan jika almarhum/almarhumah sebelum meninggal terpapar Covid-19 dari instansi terkait.
“Tiga yang cair ini kita ajukan waktu Maret 2020 lalu, dan sekitar bulan Juni lalu sudah dicairkan. Sisanya, yang kita usulkan lagi, menunggu informasi lebih lanjut dari Kemensos. Tapi yang perlu diingat, kita hanya fasilitator saja dari bantuan. Semua kewenangannya ada di pusat,” ungkapnya. (dri)
 

0 Komentar