Ribuan Rumah Warga Terdampak Banjir, Akses Sedong Kidul-Karangwuni Lumpuh

Ribuan Rumah Warga Terdampak Banjir
TERENDAM: Banjir yang terjadi sejak Senin malam (18/5/2026) ikut merendam jalur pantura di Kecamatan Pangenanan, Kabupaten Cirebon, Selasa siang (19/5/2026).  Foto: Deny Hamdani/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, terjadi sejak Senin malam (18/5/2026) hingga Selasa siang (19/5/2026). Ironisnya, bencana tersebut terjadi saat fenomena El Nino masih berlangsung.

Data yang diterima Radar Cirebon, sedikitnya enam kecamatan terdampak banjir. Ribuan rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi. Selain permukiman, banjir juga menggenangi jalur pantura di Kecamatan Pangenan.

Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Samsul Huda mengatakan banjir terjadi akibat tingginya debit air di sejumlah sungai dan saluran irigasi setelah hujan deras mengguyur wilayah timur Cirebon. “Dari Senin malam hingga Selasa siang ada lima kecamatan yang terdampak banjir,” ujarnya.

Baca Juga:SMAN 2 Cirebon Ditunjuk Jadi Sekolah Maung, Seleksi Siswa Dipercepat, Standar Cambridge DiberlakukanJejak Duit Gedung Setda Diungkap, Hari Ini BPK Ikut Sidang, Furqon: Kami Dorong JPU Dalami Keterangan Agung

Wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Tengahtani tepatnya di Desa Dawuan, Kecamatan Mundu di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Karangwareng di Desa Jatipiring, Kecamatan Waled di Desa Ciuyah, serta Kecamatan Pangenan yang meliputi lima desa. Lima desa di Kecamatan Pangenan yang terendam yakni Desa Bendungan, Desa Beringin, Desa Rawaurip, Desa Pangenan dan Desa Pengarengan.

Sementara itu, Camat Pangenan Baihaqi mengatakan banjir mulai melanda wilayahnya pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Air pertama kali masuk ke Desa Beringin sebelum meluas ke desa lainnya. “Ada ribuan rumah yang terendam dalam banjir kali ini,” katanya.

Menurut Baihaqi, hingga Selasa siang genangan air masih belum surut. Bahkan, banjir menggenangi jalan nasional Pantura yang melintas di Kecamatan Pangenan sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.

Ia menjelaskan, banjir di Kecamatan Pangenan dipicu meluapnya Sungai Cimanis beserta saluran irigasi di sekitarnya. Debit air meningkat setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. Petugas BPBD bersama aparat kecamatan dan desa hingga kini masih melakukan pemantauan serta pendataan warga terdampak banjir.

AKSES SEDONG KIDUL-KARANGWUNI LUMPUH

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Senin malam (18/5/2026), memicu banjir dan longsor di Dusun Nagrak, Desa Sedong Kidul. Dampaknya cukup parah. Jalan penghubung utama menuju Desa Karangwuni amblas dan putus total.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB setelah debit Sungai Cijurai meningkat drastis. Air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai satu meter. Dalam waktu singkat, arus deras menggerus badan jalan hingga terputus sepanjang sekitar 40 meter.

0 Komentar